Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasca pelaksanaan Conference of the Parties ke-26 (COP26) United Nation Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) di Glasgow, sejumlah hasil yang disepakati menjadi pekerjaan rumah untuk ditindaklanjuti semua negara. Sebagai negara yang berperan penting dalam upaya menyelamatkan bumi dari perubahan iklim, Indonesia siap menindaklanjuti hadil COP26 dengan mulai mengimplementasikan kegiatan mitigasi dan adaptasi untuk memenuhu target penurunan emisi.
"Indonesia perlu mulai mengimplementasikan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim guna memenuhi target penurunan emisi sebagaimana di dokumen NDC 29% dengan kemampuan sendiri dab 41% dengan dukungan internasional," ungkap Wakil Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Alue Dohong kepada Media Indonesia, Jumat (19/11).
Menurutnya, implementasi tersebut terkait dengan 5 sektor utama yang menjadi target penurunan emisi. Kelima sektor tersebut yakni kehutanan, energi dan transportasi, limbah, pertanian, dan industri.
Untuk itu, dibutuhkan penyiapan kebijakan, program dan aksi termasuk pendanaan untuk FoLU Net Sink 2030. Sehingga upaya untuk pemenuhan NDC di sektor Kehutanan dan Tata Guna Lahan bisa tercapai.
Selain itu, Indonesia juga melakukan penyiapan aturan turunan dan infrastruktur Perpres No 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Penyiapan infrastruktur untuk mendukung perdagangan emisi (emisison trading) berupa revitalisasi SRN (Sistem Registrasi Nasional), Penetapan Baseline Emisi Nasional dan Sektor. Penetapan itu termasuk batas atas dan misi sektor (sectoral emission cap), MRV (Monitoring, Reporting and Verification), penyiapan sistem penerbitan sertifikat penurunan emisi Indonesia (SPEI) dan lainnya dalam rangka menyongsong implementasi Pasal 6 Paris Agreement.
"Mulai melaksanakan inventarisasi dan perhitungan Loss and Damage akibat dampak Perubahan Iklim sebagai tindak lanjut Santiago Network on Loss and Damage (STND)," imbuhnya.
Alue juga menambahkan bahwa Indonesia perlu membangun dan memperkuat kerangka transparansi di sektor Perubahan Iklim domestik. Selain itu, juga menggalang pendanaan untuk pelaksanaan mitigasi (NDC) dan adaptasi iklim melalui mobilisasi dana publik (APBN, APBD), swasta, donor, filantropi, blended finance dan lainnya. (OL-12)
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
SEMBILAN tahun berturut-turut, Indonesia gagal mencapai target bauran energi terbarukan. Target ekonomi 8% pada 2029 justru akan menaikkan emisi hingga 17% pada 2040.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Perhelatan Piala Dunia 2026 yang diperluas akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton setara karbon dioksida.
Kerja sama antara KIE dan KMI merupakan upaya bersama untuk mendorong pengelolaan karbon yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi industri terhadap transisi energi rendah emisi.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
Upaya mendorong sistem logistik rendah karbon dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung komitmen iklim nasional, termasuk pencapaian target FOLU Net Sink 2030.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Peneliti Universitas Rochester berhasil menyulap tungsten karbida menjadi katalis yang lebih hebat dari platinum untuk mendaur ulang plastik dan mengolah CO2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved