Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Di musim penghujan seperti saat ini, batuk dan pilek menjadi ancaman bagi semua orang dan tidak mengenal usia, mulai dari anak–anak hingga dewasa. Salah satu yang paling sering terjadi adalah mengalami sakit batuk berdahak.
Tentunya sangat mengganggu aktivitas apalagi jika kondisi ini dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa dengan aktivitas yang padat, karena pada umumnya batuk berdahak juga disertai pilek, demam, dan sakit kepala yang sangat mengganggu. Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, memilih obat batuk berdahak dengan kandungan yang tepat dan aman sangat disarankan, terutama apabila dikonsumsi untuk anak-anak dan keluarga.
Memilih obat batuk yang tepat juga harus bisa meringankan gejala-gejala yang lainnya seperti, demam, pilek dan sakit kepala. “Konsumsi obat yang mengkombinasikan Paracetamol yang bertugas meredakan nyeri dan Ephedrine HCl bekerja untuk melegakan saluran nafas, Guaifenesin berperan membantu mengencerkan dahak dan Chlorphenamine maleate sebagai antihistamin (anti alergi). Tentu juga harus dipastikan bahwa sudah terdaftar di BPOM agar aman dikonsumsi,” tegas Dr Shirley, Sp. A melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Senin (15/11).
Dengan banyaknya pilihan produk obat batuk berdahak yang ada di pasaran, konsumen perlu memilah dengan bijak dan tepat, agar bisa segera mengatasi keluhan batuk berdahak yang dirasakan, salah satunya produk obat batuk berdahak dengan kombinasi kandungan tersebut adalah PIM-TRA-KOL yang ternyata sudah hadir dan dipercaya sejak tahun 1980-an. “Mulai dari anak anak hingga dewasa juga bisa konsumsi, tinggal disesuaikan dosisnya,” tegas Drs. Bambang Rijanto, Apt., Quality Manager dari PT. PIM Pharmaceuticals.
Bambang juga menambahkan untuk seri produk PIM-TRA-KOL juga sudah mendapatkan sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indoneia selain sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (OL-12)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved