Minggu 14 November 2021, 07:45 WIB

Jangan Salah, Anak Kurus Juga Bisa Diabetes

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Jangan Salah, Anak Kurus Juga Bisa Diabetes

freepik
Ilustrasi diabetes

 

KETUA Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menepis anggapan bahwa diabetes melitus hanya akan terjadi pada anak bertubuh gemuk.

"Anak bertubuh kurus pun bisa mengidap diabetes melitus tipe 1. Jadi, waspadai bila anak banyak makan, banyak minum, sering pipis, dan berat tubuh terus menurun," kata Piprim dalam webinar terkait diabetes pada anak, Sabtu (13/11).

Piprim menjelaskan anak kadang belum memahami mengapa dia sering merasa lapar (polifagi), sering merasa haus (polidipsi), dan sering buang air kecil di malam hari (poliuri). 

Baca juga: Inovasi Bidang Kesehatan Terus Bermunculan di Tengah Pandemi  

Tiga gejala yang kerap disebut 3P tersebut merupakan gejala umum pada penderita diabetes melitus dan bisa terjadi pada anak.

"Harus segera periksa kadar gula anak, apalagi bila memiliki riwayat diabetes melitus di keluarga," kata Piprim.

Sependapat dengan Piprim, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI Muhammad Faizi menjelaskan anak dengan diabetes melitus tipe 1 memang pada umumnya memiliki bentuk tubuh yang kurus.

Faizi mengatakan hal itu disebabkan karena habisnya cadangan lemak pada tubuh karena kurangnya cadangan insulin.

"Pada diabetes melitus tipe 1, kondisi pasien mengalami kekurangan insulin karena kerusakan beta pankreas. Pada kondisi ini, insulin mencari sumber lain yaitu lemak, maka anak cenderung kurus," jelas Faizi.

Hal itu berbeda dengan diabetes melitus tipe 2 dimana pasien cenderung bertubuh lebih gemuk bahkan tergolong obesitas.

"Karena kurangnya kewaspadaan dan menganggap anak kurus tidak akan diabetes, sering kali pasien diabetes melitus tipe 1 datang ke faskes dalam keadaan sudah koma diabetes. Ini sudah gawat sekali," jelas Faizi.

Karenanya, Faizi mengingatkan para orangtua untuk tidak segan melakukan skrining gula darah pada anaknya bila mengalami gejala 3P dan memiliki riwayat diabetes di keluarga.

Anak dengan diabetes melitus tipe 1 harus mendapat suntikan insulin seumur hidupnya sebanyak lima hingga enam kali setiap hari. Ini harus dilakukan untuk menjaga metabolisme tubuh pasien agar tetap seimbang dan terjaga dengan baik.

"Sekali didiagnosa diabetes maka seumur hidup harus mengalami ini, yang bisa dilakukan adalah kendali metabolik dan terkontrol untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik," ujar Piprim.

Angka hidup pasien dengan diabetes melitus tipe 1 dikatakan Piprim juga bisa sama dengan mereka yang hidup tanpa diabetes asalkan tetap terkontrol.

"Kalau sudah tidak terkontrol, nanti akan menyerang organ lain seperti gagal ginjal, kebutaan dan lain-lain," tutup Pimprim. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Lima Provinsi Penyumbang Kasus Harian Covid-19 Terbanyak

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:10 WIB
DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus terbanyak dengan jumlah 104 orang. Terdiri dari 92 kasus penularan lokal dan 12 kasus dari...
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Banyak CPNS Mengundurkan Diri, Sosiolog: Lulusan Terbaik Enggan jadi PNS

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:58 WIB
Budaya kerja birokrasi yang penuh penyimpangan anggaran serta sistem karir yang politis dan kolusi juga menurutnya menjadi faktor...
DOK MI

Mahasiswa Diajak Berpartisipasi Aktif Dalam Presidensi G20 Indonesia Melalui Youth-20

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:35 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus berusaha meningkatkan awareness dan antusiasme masyarakat Indonesia untuk turut...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya