Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
UNIVERSITAS Indonesia mengukuhkan Evi Fitriani sebagai Guru Besar dalam Ilmu Hubungan Internasional (HI). Evi sekaligus menjadi Guru Besar perempuan pertama dalam Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia. Pengukuhan dilakukan melalui sidang terbuka berbarengan dengan pengukuhan empat Guru Besar lain dari beberapa Fakultas.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Evi Fitriani M.A., Ph.D, menyampaikan pidato berjudul Membangun Perspektif Indonesia Dalam Perspektif Ilmu Hubungan Internasional. “Dalam upacara Pengukuhan Guru Besar ini, saya memfokuskan perhatian terhadap (1) masalah yang dihadapi Indonesia sebagai salah satu negara dalam sistem internasional dan (2) masalah dalam ilmu hubungan internasional yang berkembang di Indonesia,” kata Evi.
Evi memaparkan perjuangan Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan sangat mulia dan ideal namun tidak mudah. Tekanan struktural dalam sistem internasional dan berbagai masalah domestik menghambat Indonesia. Meski demikian, pembahasan tentang keterbatasan Indonesia juga menguak kelebihan dan kekuatan Indonesia sebagai negara berkembang yang harus bermanuver dalam hubungan internasional di tengah kekuatan politik yang umum terjadi dalam sistem internasional.
“Kekuatan dan kelebihan Indonesia -dan negara berkembang lainnya- selama ini jarang dapat diidentifikasi dan dipahami dalam ilmu hubungan internasional karena dominasi Western-centric dan fokus pada negara besar dalam ilmu ini. Karena itu diperlukan perspektif Indonesia yang lebih mampu menangkap, menerjemahkan dan memahami karakteristik-karakteristik khusus dari negara yang bukan negara Barat dan bukan negara besar. Mungkin perlu dibangun Depok School of International Relations yang sejajar dengan English School, Frankfurt School maupun Copenhagen School,” papar Evi.
Evi berharap gagasan itu menginspirasi generasi muda pemikir ilmu hubungan internasional di Universitas Indonesia, universitas lain, dan di negara lain. Ia juga berharap Ilmu Hubungan Internasional yang berkembang di Indonesia mampu mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan kemerdekaan, terutama untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Evi Fitriani memperoleh gelar Sarjana dari Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Setelah itu Evi melanjutkan pendidikan Magister di Leeds University London dan Ohio University serta memperoleh gelar Doktor dari Australian National University. Acara Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia dihadiri oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. dan para guru besar UI melalui daring dan luring. (OL-8)
Bangsa ini tidak hanya hidup dalam dokumen resmi atau peta, melainkan dalam percakapan, cerita, dan ruang komunikasi yang kita bangun bersama.
Rektor Unas El Amry Bermawi Putera mengungkapkan sepanjang 2025 Unas menghasilkan enam guru besar dari berbagai disiplin ilmu sehingga kini total guru besar Unas mencapai 31 orang.
UNIVERSITAS Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof Dr Kuat Puji Prayitno, SH, MHum, menyatakan telah membentuk Tim Pemeriksa yang beranggotakan tujuh orang untuk mengusut dugaan tersebut.
UNIVERSITAS Chung di Malang, Jawa Timur, mengukuhkan Prof. Dr. Pieter Sahertian, M.Si sebagai guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama Prof. Dr. Anna Triwijayati, M.Si, Senin (7/7).
Diperlukan formula hukum pemberantasan melalui penegakan hukum terhadap mafia tanah, penguatan peran satgas mafia tanah dan KPK, serta pembentukan pengadilan khusus pertanahan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved