Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan PascaImunisasi (Komnas PP KIPl), Hinky Satari, mengimbau masyarakat tidak ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 berupa vaksin Sinovac kepada anaknya yang berusia enam sampai 12 tahun.
"Yang mash ragu-ragu, belum paham, tolong berikan pengertian ini aman," kata dia,saat menjadi narasumber dalam webinar ANTARA Ngobrol Bareng episode "Day Lindung dan Keamanan Vaksir Anak Usia 6-11 Tahun," secara virtual zoom, Kamis (4/11)
Kekhawatiran yang melanda orang tua sebelum memberikan vaksin Sinovac merupakan hal yang wajar. Orangtua masih belum memahami dampak baik vaksin dalam meningkatkan sistem imunitas anak agar terhindar dari penularan virus Covid-19 sehingga mereka menjadi ragu.
Oleh karena itu, penting bagi semua pihak meningkatkan pemahaman tentang pemberian vaksinasi Covid-19 kepada anak. Dibutuhkan kerja sama sama antarmasyarakat untuk saling menyadarkan bahwa vaksinasi covid-19 untuk anak itu aman dilakukan.
"Telepon orang tua yang sudah mau vaksinasi anak dan tanya bagaimana keadaan anaknya setelah divaksin," saran dia
Baca juga: Kedatangan Vaksin Tahap 113, Pemerintah Ingatkan Prokes Nataru
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) telah resmi memberikan izin bagi penggunaan vaksin Sinovac untuk vaksinasi anak usia enam tahun sampai 11 tahun di Indonesia berdasarkan rujukan hasil penilaian keamanan dan kekebalan dari WHO yang ditimbulkan terhadap Covid-19, Senin (1/11).
"Badan POM menerima pendaftaran Sinovac dari produsennya. Mereka sudah meneliti dari umur tiga sampai 11 tahun dan ternyata aman. Namun, untuk tahapan ini baru diberikan pada anak usia mulai enam sampai 11 tahun," jelas dia.
Dari penelitian yang dilakukan it, lanjutnya, memang ditemukan beberapa gejala ringan dan sedang pada anak setelah vaksinasi, seperti nyeri pada bagian tubuh yang disuntik vaksin. Akan tetapi, hal itu mash tergolong wajar dan tidak menurunkan tingkat keamanannya.
Terkait daya lindung vaksin Sinovac pada anak, ia mengatakan untuk dosis rendah dalam fase satu adalah 100 persen dan 86,8 persen dari dosis menengah. Sementara di fase dua, tardapat dava lindung sebesar 93 sampai 98 persen untuk dosis rendah dan 98 hingga 100 persen untuk dosis menengah.
"Jadi kesimpulannya, vaksin Sinovac pada anak aman dan daya lindungnya tinggi," kata dia. (A-2)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved