Kamis 28 Oktober 2021, 16:10 WIB

JKN Harus Dioptimalkan untuk Pengobatan Pasien Kanker

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
JKN Harus Dioptimalkan untuk Pengobatan Pasien Kanker

Antara
Ilustrasi warga mengantre untuk mendaftar kepesertaan BPJS kesehatan secara tatap muka.

 

PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus lebih dioptimalkan untuk pengobatan pasien kanker. Sehingga, pasien kanker bisa cepat ditangani dan tidak mengalami kemunduran dari segi ekonomi.

Penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang bisa memiskinkan penderita dan keluarga, karena biaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu bantuan dari pemerintah, agar beban biaya bisa ditanggung bersama.

"Jika revisi JKN berkaitan erat dengan kemiskinan, peserta yang menderita kanker akan mendapat bantuan," ujar Chairman the Indonesia Health Economic Association (InaHEA) Hasbullah Thabrany dalam seminar virtual, Kamis (28/10).

Baca juga: 9 Juta lebih Orang Miskin Dikeluarkan dari Program JKN

Dalam Pasal 19 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, lanjut dia, ditegaskan bahwa jaminan kesehatan bertujuan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan. Serta, perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Menurutnya, bantuan kesehatan dari pemerintah harus lebih dioptimalkan. Dalam hal ini, jika membandingkan tren belanja kesehatan pada PDB nasional. Diketahui, Thailand, Timor Leste dan Malaysia mampu mengeluarkan bantuan 3% dari PDB, sedangkan Indonesia hanya 1,5% pada PDB.

Baca juga: Waspada Long Covid-19, Ini yang Harus Diperhatikan Penyintas

"Banyak penderita kanker yang belum mendapatkan haknya, karena dana dari belanja pemerintah masih terlalu sedikit," pungkas Hasbullah.

Ketua Umum CISC Aryanthi Baramuli Putri menyoroti tantangan terbesar ialah bertambahnya kasus kanker setiap tahun. Sejak 2018 hingga 2020, kasus penyakit kanker meningkat dari 207 ribu orang menjadi 234 ribu orang.

"Kenaikan angka kematian sebesar 27 ribu kasus di dalam dua tahun terakhir. Saat ini, pemerintah sedang meninjau kembali program JKN berkaitan dengan tarif dan pelayanan yang dijamin," tutur Aryanthi.(OL-11)
 

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekreatraiat Presiden

Peringatan Hari Disabilitas Internasional Jadi Momen Penghormatan Bagi Penyandang Disabilitas 

👤Mohammad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 02 Desember 2021, 22:18 WIB
Dengan adanya rangakaian acara HDI ini, penting melibatkan anak muda penyandang disabilitas untuk bisa tampil percaya diri, menjadi...
MI/M Iqbal Al Machmudi

Bahan Herbal untuk Kosmetik Mulai Dilirik Masyarakat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:47 WIB
Sejak berdiri, Martha Tilaar Group telah melihat potensi dari tumbuhan alam Indonesia yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar untuk...
Antara/Fransisco Carolio

P2G Sebut Rencana Penyerdahanaan Kurikulum Tahun Depan Belum Mendesak 

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:17 WIB
Dia menjelaskan, sebenarnya pergantian Kurikulum 2013 sudah dilakukan oleh Kemdikbud-Ristek per Juli 2021 di 2.500 sekolah seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya