Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan memastikan bahwa Tim Gabungan telah berhasil memadamkan 29 hektare lahan rawa dan perkebunan kelapa sawit yang terbakar di daerah setempat.
Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Pulau Semambu seluas 14 Ha dan Palem Raya Kecamatan Indralaya Utara seluas 15 Ha pada Senin (25/10) sejak pukul 13.20 WIB tersebut padam setelah satuan tugas melakukan penyiraman air dari darat dan udara pada 20.20 WIB.
"Api sudah dapat dipadamkan semalam oleh satgas karhutla yang terdiri dari Daops Manggala Agni, TNI, Polri dan BPBD Provinsi di Ogan Ilir,"kata Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir Ardha Munir di Indralaya, Selasa (26/10).
Menurutnya, mendapat informasi adanya kebakaran petugas langsung cekatan menuju lokasi yang bersebelahan dengan Jalan Tol Palembang-Indralaya.
Tim dilapangan langsung berjibaku melakukan pemadaman dengan mengandalkan penyiraman darat memanfaatkan air dikanal dan tanki.
Namun karena kondisi lahan yang kering ditambah dengan hembusan angin cukup kencang menyebabkan penyiraman darat sulit memadamkan api tang terus meluas.
Hingga akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB api mulai terjinakkan setelah tiga unit helikopter water bombing BPBD Provinsi melakukan penyiraman air dari udara.
"Setelah ada penyiraman udara kondisi mulai terkendali. Tim memastikan api padam pada malam harinya dengan terus menyirami lahan tersebut," ujarnya. Sementara untuk penyebab kebakaran masih didalami oleh otoritas berwenang.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Selatan Ansori di Palembang menyampaikan, pihaknya mengerahkan tim patroli udara untuk memastikan api telah benar-benar padam pagi tadi.
"Sementara ini api dipastikan sudah padam," ujarnya.
Meskipun demikian menurutnya petugas dilapangan tetap diperintahkan untuk tetap siaga jangan sampai titik panas membesar sehingga timbul kebakaran susulan. (Ant/OL-12)
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved