Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Tetap Fakultas Peternakan IPB University Prof Dr Rudy Priyanto menjelaskan di antara 8 rumpun sapi lokal, sapi bali memiliki potensi besar menghasilkan kualitas daging yang premium sehingga bisa meningkatkan penjualan dan memenuhi permintaan daging di masyarakat.
Hal itu disampaikan Rudy pada orasi ilmiah yang berjudul potensi dan strategi sapi lokal dengan penghasil daging premium mendukung kemandirian pangan berkelanjutan pada Sabtu (23/10).
Menurutnya, saat ini sapi lokal sulit menghasilkan daging steak kualitas premium berdasarkan karena 70% sapi lokal mengandung darah bos indicus yang menghasilkan daging relatif keras.
"Di antara rumpun sapi lokal, sapi Bali umur 1,5-2,5 tahun yang dapat menghasilkan daging premium dengan tingkat keuntungan dan derajat marbling yang memenuhi standar kualitas USDA choice," kata Rudy dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Sabtu (23/10).
Ia mengungkapkan bahwa tingkat keempukan pada daging sapi Bali mencapai 3,2/cm dengan marbling 4,7%. Sapi Bali juga dapat menghasilkan daging yang tinggi dengan keunggulan distribusi pada potongan daging kelas satu terutama striploin dan cuberoll yang cocok untuk daging steak.
Oleh karena itu, Rudy berkesimpulan sapi Bali dengan populasi lebih dari 5 juta ekor merupakan sapi asli Indonesia yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ternak penghasil daging premium.
"Ternak ini dapat dibudidayakan secara menguntungkan pada berbagai agroekosistem yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi di Indonesia," ujar Rudy.
Strategi pengembangan sapi Bali sebagai ternak penghasil daging premium harus terintegrasi dari hulu hingga ke hilir yang meliputi pengembangan sentra breeding farm dan petani sapi Bali, pengembangan branding daging sapi Bali premium, standarisasi ternak dan daging, pengembangan niche market, dan dukungan kebijakan yang berpihak pada usaha budidaya dari hulu hingga distribusi dan pemasarannya di hilir. (H-2)
Isu penyakit antraks yang beredar di tengah masyarakat ternyata mempengaruhi harga daging sapi di Palu, Sulawesi Tengah.
Antisipasi penyebaran antraks, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, tidak mengizinkan masuknya hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba dari wilayah Gunung Kidul DIY.
Empat komoditas dominan yang mempengaruhi kenaikan NTP di bulan Juni diantaranya adalah komoditas kopi, sapi potong, kakao atau cokelat serta komoditas cabai rawit.
Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor strategis yang menjanjikan keuntungan besar.
Selama ini sektor peternakan adalah sektor yang paling menjanjikan mengingat semua bagian hewan mulai dari kepala sampai kotoran mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Stok sapi potong yang saat ini tersedia di satu perusahaan Bekasi mencapai 3.563 ekor dari total kandang yang mencapai 1.025 ekor serta sebanyak 2.538 berada di kandang Sukabumi.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved