Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang memutuskan untuk meninggalkan menu ikan, kepiting, udang, dan kerang setelah menonton Seaspiracy, film dokumenter yang tersedia di Netflix, LSM Sinergia Animal meluncurkan e-book dengan 15 resep yang terinspirasi makanan laut di mana sayuran dan jamur menjadi menu utamanya.
Sinergia Animal, organisasi internasional yang bekerja untuk mempromosikan pilihan makanan yang lebih berkelanjutan dan welas asih.
Selain itu, organisasi ini juga menunjukkan berbagai tips seperti bahan, teknik, dan rempah-rempah untuk membuat resep apa pun terasa seperti menyelam dalam laut.
Ebook yang berisi resep-resep seperti tuna semangka, sup kepiting nangka, dan “ikan” goreng tahu, dapat diunduh di www.sinergiaanimalindonesia.org/resep-laut dan semuanya gratis.
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan makanan laut yang paling banyak dikonsumsi di dunia, dan termasuk dalam 15 negara terbesar di dunia untuk konsumsi ikan," kata Annabella Jusuf, Manajer Tantangan 21 Hari Vegan dari Sinergia Animal pada keterangan pers, Kamis (21/10).
"Mempertimbangkan data tersebut, dapat memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan jika masyarakat Indonesia dapat mulai mengubah kebiasaan mereka dengan mengadopsi lebih banyak makanan berbasis nabati ke dalam menu makanan mereka atau, bahkan lebih baik lagi, menjadi vegan,” jelas Annabella
“Tahun ini, setelah film documenter Seaspiracy dirilis, banyak orang tertarik untuk mengurangi dampak lingkungan melalui pola makan mereka, dan dengan adanya e-book ini akan sangat berguna bagi mereka,” katanya.
Salah satu ancaman terbesar bagi lautan adalah sampah plastik. Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) melaporkan bahwa setiap tahun 11 juta ton plastik menumpuk di lautan.
Namun, bertentangan dengan apa yang dipikirkan banyak orang, sebenarnya kantong plastik, botol, dan sedotan hanyalah salah satu bagian dari masalah tersebut: sebuah studi tahun 2019 dari Greenpeace menunjukkan 10% dari total sampah plastik di laut berasal dari jaring ikan yang sengaja ditinggalkan di laut.
Di beberapa bagian lautan, seperti Great Pacific Garbage Patch, hingga 46% plastik terdiri dari sisa jaring-jaring ikan.
Menurut studi yang dilakukan oleh University of Queensland di Australia, memperkirakan bahwa Indonesia merupakan penyumbang polusi plastik laut kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok.
Hal tersebut mengancam sistem terumbu karang yang paling beragam dan juga penting di dunia, yang terletak di lautan Indonesia.
Sampah-sampah tersebut, bertanggung jawab terhadap kematian atau cedera yang serius kepada lebih dari 650 ribu mamalia laut setiap tahunnya secara global, seperti yang dilaporkan oleh The Natural Resources Defense Council.
Penangkapan ikan yang berlebihan juga menjadi masalah. Persentase jumlah ikan yang berada dalam tingkat yang berkelanjutan secara biologis telah menurun dari 90% pada tahun 1974 menjadi 65,8% pada tahun 2017, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Ini tidak hanya membahayakan keseimbangan ekosistem laut, tetapi juga berarti jutaan ikan, yang merupakan makhluk hidup, mati dengan cara yang kejam yang tidak terbayangkan”, komentar Anna.
“Kabar baiknya kita dapat berkontribusi dengan mengadopsi pola makan berbasis nabati, dan hal itu lebih sederhana dari yang terlihat," ujarnya.
"Kita dapat membantu melestarikan ekosistem laut dan kehidupan lebih banyak hewan air tanpa mengorbankan rasa makanan yang biasa kita rasakan, dan inilah yang ingin kami tunjukkan melalui e-book ini. Ada banyak variasi kreasi makanan vegan cita rasa laut dengan berbagai tekstur dan rasa,” tambah Annabella. (RO/OL-09)
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
PENGAMAT maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menanggapi pengembangan ekonomi berbasis maritim di Riau.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menggelar program edukasi lingkungan bertajuk Ocean LiteraSEA di SDN Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
PENDIDIKAN kelautan penting untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman tentang menjaga kelestarian laut. Ini diwujudkan dalam program Ocean LiteraSEA di Museum Bahari Jakarta.
BPK RI mendukung upaya pemerintah dalam menginisiasi program blue economy dengan memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab atas aset kelautan Indonesia.
Sejumlah delegasi pemerintah Kenya hadir ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama di sektor ekonomi biru dan maritim, Oktober lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved