Selasa 19 Oktober 2021, 17:45 WIB

Olahraga Rutin dan Kecukupan Nutrisi, Kunci Cegah Osteoporosis

Eni Kartinah | Humaniora
Olahraga Rutin dan Kecukupan Nutrisi, Kunci Cegah Osteoporosis

Ist
Konferensi Pers dengan tema "Bergerak Bebas dengan Tulang Sehat Dumulai Sekarang".

 

HARI Osteoporosis Nasional 2021 ditetapkan setiap tanggal 20 Oktober, untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai penyakit Osteoporosis.

Terkait Hari Osteoporosis Nasional 2021, Anlen menggelar konferensi pers dengan tema "Bergerak Bebas dengan Tulang Sehat Dumulai Sekarang' secara virtual pada Selasa (19/10).

Dalam konferensi pers dijelaskan bahwa menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah.

Data dari Infodatin Osteoporosis 2020 menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.

Risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda. Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat.

Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3%-0,5% per tahun.

Maka dari itu, pemenuhan nutrisi dan gerak aktif akan lebih efektif jika dilakukan sejak masih muda untuk pertumbuhan tulang optimal, sehingga memiliki kondisi fisik yang sehat dan tetap merasa muda meski sudah usia lanjut.

Pada usia lanjut, pemenuhan nutrisi untuk tulang tetap dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang agar tidak terus menurun.

Cegah sejak dini

Koordinator Penyakit DM & GM, Kementerian Kesehatan RI dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid mengatakan," Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease."

"Osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang, setiap 3 detik diperkirakan terjadi patah tulang akibat osteoporosis," jelasnya.

"Menjaga kesehatan tulang membutuhkan perjalanan panjang yang perlu dilakukan sejak dini, agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan mengurangi risiko osteoporosis," tambah dr.Lily/

Sementara, Kak Seto, seorang psikolog dan public figure, menjadi bukti nyata seseorang yang telah menjaga kesehatan tulang sejak dini dengan nutrisi dan bergerak aktif. Kini di usia ke-70, Kak Seto masih tetap bisa sehat dan aktif melakukan latihan fisik.

Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia ( Perosi)  dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR mengatakan," Rutin latihan fisik dengan intensitas sedang sampai berat selama 30 – 60 menit dalam 3 – 5 kali dalam seminggu, untuk mengurangi risiko osteoporosis terutama di bagian yang paling mudah keropos yaitu pergelangan tangan, pangkal paha, dan yang di tulang belakang bagian bawah."

Seto Mulyadi, psikolog dan public figure mengatakan,"Di usia ke-70, saya masih aktif melakukan latihan fisik seperti plank, push up hingga salto seperti di video rekaman yang sering saya bagikan melalui media sosial."

"Ternyata olahraga penting untuk kesehatan tulang, sendi dan otot sejak dulu hingga di usia saya sekarang ini," jelasnya.

"Olahraga telah menjadi komitmen jangka panjang saya, bersama dengan nutrisi yang baik. Hasilnya karena terbiasa beraktifitas fisik dengan olahraga dan memenuhi nutrisi, saya tetap aktif hingga sekarang," tutur Kak Seto .

"Sejak kecil saya terkenal anak yang paling aktif di keluarga dan sering sekali bermain ekstrim seperti memanjat pohon atau naik ke atap rumah. Melihat hal tersebut, orang tua saya mengambil sisi positif dan lebih sering mengarahkan saya ke kegiatan seperti jogging, menari, dan pencak silat," katanya. 

"Hingga saat ini, saya masih rutin berolahraga minimal 30-60 menit setiap hari dengan intensitas sedang seperti aerobik, berlari atau jalan cepat, angkat beban ringan dan naik turun tangga," ucap Kak Seto.

Pentingnya nutrisi sejak dini

Ketua Umum Perosi  dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, mengatakan,"Selain olahraga, osteoporosis dapat dicegah dengan mengonsumsi kalsium yang cukup yaitu 1.000 mg per hari (1.200 mg/hari untuk lansia), Vitamin D 600 IU, protein, kalium, kolagen dan mineral."

Rhesya Agustine, Marketing Manager Anlene, Fonterra Brands Indonesia mengatakan bahwa Fonterra Brands Indonesia melalui mereknya, Anlene, adalah pelopor dalam inisiatif pencegahan osteoporosis, diakui dan didukung oleh pemerintah & organisasi lainnya dalam program & kegiatan setiap tahunnya.

"Anlene menyediakan kebutuhan nutrisi untuk usia dewasa dan manula dengan menyediakan Anlene Actifit 3X yang mengandung nutrisi utama, yaitu tinggi kalsium untuk membantu kepadatan tulang yang kuat," jelasnya.

 kolagen 100mg/saji + tinggi Vitamin C untuk pembentukan dan pemeliharaan kolagen yang menjaga kelenturan sendi, protein + tinggi Vitamin B6 yang bermanfaat untuk metabolisme energi dan pembentukan jaringan.

Anlene Gold 5X dengan kandungan nutrisi utama yang dilengkapi dengan sumber kalium, asam folat dan extra vitamin B12 untuk membantu memelihara tekanan dan sirkulasi darah yang baik, rendah kolesterol dan dibuat dengan 0.4% oat yang membantu memelihara kadar kolesterol darah yang baik.

"Bahkan dengan  tanpa gula tambahan dan juga rendah lemak untuk membantu membatasi asupan gula dan lemak sebagaimana disarankan oleh kemenkes RI melalui pedoman gizi seimbang tahun 2014," jelas Rhesya. (Nik/OL-09)

 

Baca Juga

Dok. pribadi

Pakar : Asal Tidak Berlebihan, MSG Aman Dikonsumsi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:38 WIB
"Melalui peraturan no.23 MSG dinyatakan aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa, dengan penggunaan secukupnya dan tidak...
Antara/Akbar Nugorho Gumay

Sandiaga Dorong Kolaborasi dengan UT untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:18 WIB
"Saya ingin mengajak UT untuk meningkatkan kecakapan dan kompetensi para pekerja di sektor pariwisata, ekonomi dan kreatif dalam...
Dok. Pahamifi

Gelar Parents Week 2021, Pahamify Dampingi Orang Tua Maksimalkan Potensi Anak di Masa Pandemi 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:01 WIB
Sebanyak 44,4% ibu dan 38,5% ayah menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka dibandingkan dengan sebelum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya