Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS muda Ramses W. Hardjanto akan merilis buku perdana miliknya bertajuk: "The Game of Life and How to Win it" di awal Oktober ini. Peluncuran buku sengaja dihelat berdekatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober untuk menegaskan bahwa semangat sumpah pemuda tak akan pernah padam digelorakan oleh generasi milenial.
Buku itu disusun berdasarkan pengalaman dan pengamatannya saat bermain golf dan wawancara terhadap 32 orang tokoh publik dari beragam latar belakang profesi.
Ramses mengaku itu merupakan bentuk kontribusinya sebagai milenial untuk membantu mengubah pola pikir masyarakat menjadi positif dan selalu ingin berjuang maju.
Ramses menggambarkan, pemainan golf yang digemarinya bagaikan gambaran kehidupan sehari-hari.
"Saya melihat permainan golf itu sebagai representasi kehidupan. Bagaimana kita memainkan peran kita dalam melakoni kehidupan dan melewati segala rintangan. Sama juga dengan kita melewati setiap 'hole' dalam permainan golf. Dan juga, bagaimana kita berusaha untuk bisa menjadi pemenang," kata siswa kelas 13 British School Jakarta itu.
Ramses menjelaskan, walaupun golf selalu distereotipkan sebagai olahraga mahal, faktanya tak ada kaitan antara kemenangan dengan "peralatan tempur" golf yang harus dibeli untuk mendukung kemenangan ini.
"Saat berbicara tentang golf, kita akan berbicara tentang kehidupan. Yaitu bagaimana kita mengatur energi, pola pikir dan sumber daya yang kita miliki agar dapat melewati setiap 'hole; dengan baik. Bagaimana teknik pukulan, focus, dan ketenangan mental yang kita gabungkan agar bisa 'par' atau 'birdie' atau 'eagle;. Kalau beruntung bisa 'hole-in-one'. Atau bagaimana kita harus bersabar tenang dan pantang menyerah saat terjadi 'bogey',"paparnya.
Begitu pun dalam kehidupan. Kata Ramses, segala yang dilakukan tak selamanya berbuah manis. Ada langkah kita yang salah, yang akhirnya menghasilkan kegagalan atau ketidaksempurnaan.
"Di golf dan dalam kehidupan, kita sama-sama harus belajar untuk mengelola energi, kesabaran, dan strategi agar bisa beradaptasi dengan segala kondisi dan merencanakan langkah berikutnya. Kita harus lebih fokus agar target kita tercapai sesuai harapan," ungkap Ramses yang juga adalah pendiri “Ambassadors of Orphanage”, perkumpulan yang didirikannya untuk mengajak teman-teman muda-mudi remaja mengajar matematika, bahasa inggris, sulap, kerajinan tangan, bagi anak-anak panti asuhan yang tidak mampu secara online.
Ramses juga membuat website indofightcorona.com untuk memberikan informasi “real time” lengkap seputar pandemi Covid-19 di Indonesia dan solusinya bagi masyarakat Indonesia, melalui www.siapdok.net, website untuk konsultasi dokter spesialis dan dokter umum online bagi masyarakat Indonesia yang harus “stay at home” karena angka sakit dan kematian Covid yang tinggi di saat pandemi yang melanda Indonesia hingga lebih dari 1,5 tahun ini.
Baca juga : Jika Tidak Dimanfaatkan, Bonus Demografi Bisa Jadi Beban Pembangunan
Saat bermain golf, Ramses mengungkapkan sering juga berkomunikasi dengan para pemain seusianya bahkan para senior dan “professional golfer” lainnya. Bahan diskusinya tak hanya tentang permainan golf tapi juga tentang kehidupan yang mereka alami.
"Sepertinya tak ada hubungan antara permainan golf dengan kehidupan sehari-hari. Tapi nyatanya dari pengalaman dan juga hasil interaksi dengan rekan sepermainan dan seniornya, ternyata sama-sama bercerita bagaimana melewati setiap problem tapi dengan pilihan solusi yang sehat dan cerdas. Sama-sama butuh kegigihan dalam upaya mencapai sesuatu, kesabaran dan butuh usaha keras," urainya.
Ramses menyebutkan bahkan apa yang dijalaninya saat bermain golf, ternyata bisa diaplikasikan pada masa pandemi Covid ini.
"Dalam golf, saat memukul bola, kita tentunya sudah menargetkan bola itu jatuh dimana atau untuk menyelesaikan hole harus berapa pukulan. Tapi terkadang, apa yang kita harapkan tak terjadi. Malah bola jatuh di pasir. Itu kan sesuatu yang di luar perkiraan. Begitu pula pandemi juga hampir mirip dengan apa yang kita mainkan di golf," ungkapnya.
Lalu, jika masalah itu terjadi, apa kita harus pasrah begitu saja. Tentu saja tidak, karena permainan harus terus berlanjut.
"Begitu pula kehidupan. Saat pandemi, apakah kita hanya bisa pasrah. Tidak. Sebagai manusia, kita akan berusaha keluar dari kesulitan. Sudah nalurinya, kita akan mempersiapkan rencana cadangan yang disesuaikan dengan kondisi yang kita hadapi. Sama-sama mempersiapkan teknik dan mental untuk melewati masalah," tuturnya.
Dalam buku "The Game of Life and How to Win it", Ramses juga menghadirkan hasil pembicaraannya dengan berbagai tokoh nasional di Tanah Air yang bermain golf bukan karena mereka jago bermain golf tapi karena ada banyak ilmu yang bisa mereka dapatkan dengan bermain golf tersebut.
Selain di dalam buku, wawancara 32 tokoh publik itu bisa dilhat di youtube Tee off with Ramses dan instagram Tee off with Ramses yang telah diolah dengan motivasi dan inspirational quotes untuk menyemangati para kawula muda dalam perjalanan kehidupannya.
Selain menulis buku, Ramses juga ditunjuk sebagai perwakilan Indonesia dalam Indonesian Water Challenge (yang diadakan oleh Invent Future Global/IFG berfokus pada masalah global yang ditentukan oleh PBB/United Nations) untuk berdiskusi serta berkolaborasi mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi bersama mengenai masalah air layak minum di seluruh dunia terutama mengenai solusi masalah kekurangan air bersih di Indonesia untuk kelas ekonomi yang tidak mampu. (RO/OL-7)
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Bagi publik, pencantuman pasal TPPU adalah simbol keseriusan negara; sebuah pesan bahwa pelaku tidak hanya akan dipenjara, tetapi harta hasil kejahatannya pun akan dikejar hingga akarnya.
Lewat buku Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya, mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi labirin dunia dating apps.
Total nilai dari ketiga jam tangan yang biasa dikenakan Bill Gates sehari-hari hanya mencapai US$124 atau sekitar Rp2,1 juta saja.
BBW Surabaya 2026 akan diselenggarakan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Lantai 6, mulai dari 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved