Senin 27 September 2021, 05:07 WIB

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Diharapkan Temukan Variabel Aman untuk PTM

Sofia | Humaniora
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Diharapkan Temukan Variabel Aman untuk PTM

MI/Ramdani.
Ibu Nuryanah memberikan salam kepada siswa kelas 1 seusai mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di SDN 05 Meruya Utara, Jakarta.

 

Sudah hampir satu tahun setengah anak- anak sekolah malakukan pembelajaran secara online di karenakan adanya pandemi covid 19 ini, belajar secara online dan tatap muka tentu saja berbeda apa lagi anak- anak yang pada tahun 2020 kemarin melakukannya secara mendadak dikarena penyebaran Covid-19.

Tentu saja selain anak- anak yang masih belum siap orang tua murid dan juga guru pasti merasa kurang efektif dengan adanya pembelajaran online ini , walau pun sekarang kasus covid di Indonesia mulai menurun da nada beberapa sekolah yang sudah melakukan tatap muka tetapi harus tetap dengan aman dan nyaman untuk anak -anak karena di masa pandemi ini cukup rentan untuk anak-anak mudah terkena virus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pentingnya menggunakan masa-masa awal ini untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin tentang proses pembelajaran dan proses penularan ataupun kondisi kesehatan pada anak- anak kita,. "Kita sudah bahwa mereka di haruskan jaga protokol kesehatan, mereka itu artinya gurunya, orangtuanya, siswanya, dan ini juga bisa bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk tim kesehatan memantau pola pada anak- anak SD ,SMP, dan SMA  seperti apa pembelajaran yang paling aman," katanya saat pembahasan pembelajaran tatap muka dengan aman yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia pada Minggu (26/9).

Dia menambahkan saat ini pihaknya sekarang sedang bersama-sama melakukan uji coba seperti di Jakarta kita sudah menyeleksi seperti fasilitas yang ada di sekolah seperti tempat cuci tangan, pengaturan kelasnya, lalu untuk kesiapan kepala sekolah, guru, dan orang tua murid untuk program tatap muka ini. "Selanjutnya kita melakukan pola pembelajaran yang aman untuk jenjang dasar, jenjang menengah, jenjang atas yang sudah kita ketahui untuk anak –anak belia menjaga masker saaj tidak mudah di bandingkan dengan mereka yang sudah lebih dewasa, pola ini di perlukan untuk jadi bahan dan harapannya PDPI bisa ikut  mencari variable – variable yang bisa di gunakan untuk memantau ini,” katanya.

Dia berharap kasus covid ini melonjak dengan adanya pembelajaran tatap muka ini. "Tetapi kita juga harus siap menghadapi  jika nanti terjadi lonjakan kasus , namun kita sudah harus memiliki cara menanggulangi nya seperti apa agar pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan dengan aman dan nyaman tanpa adanya kendala lagi." (OL-12)

Baca Juga

Ist/Hotel Sahid Serpong

Semangat Berbagi Telah Kembali, Hotel Sahid Serpong Gelar Donor Darah

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:08 WIB
Seluruh karyawan Hotel Sahid Serpong bersemangat dan telah kembali mendonorkan darah setelah 8 bulan vakum dari kegiatan donor...
Dok. Universitas Indonesia

AHS, Integrasi Pendidikan dan Kesehatan Hasilkan Inovasi Layanan Publik

👤Faustinus Nua 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:05 WIB
Salah satu manfaat terbesar implementasi AHS dalam bidang kesehatan adalah inovasi pemeriksaan mikrodelesi kromosom Y...
Antara

Temukan Model Toleransi, Mahasiswa UNY Lulus PIMNAS ke-34

👤Muhamad Fauzi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:46 WIB
PERBEDAAN paham menjadi sebuah keniscayaan. Penelitian studi kasus yang dilakukan oleh mahasiswa UNY di Masjid Agung Mataram, Kotagede,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya