Jumat 24 September 2021, 15:51 WIB

Disdik DKI Pastikan Rencana PTM di 1.500 Sekolah Jalan Terus

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Disdik DKI Pastikan Rencana PTM di 1.500 Sekolah Jalan Terus

ANTARA/Adiwinata Solihin
Sejumlah siswa mengikuti pelajaran tatap muka di MTs Al Mujahidin Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (10/11).

 

DINAS Pendidikan DKI Jakarta memastikan rencana untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di total 1.500 sekolah di akhir bulan ini akan tetap terlaksana. Rencana ini tidak terpengaruh informasi adanya 25 klaster penularan covid-19 akibat PTM di Jakarta yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kasubbag Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja, menegaskan saat ini proses asesmen untuk pembukaan sekolah tatap muka di kurang lebih 890 sekolah sudah selesai. Sebelumnya, guna mempersiapkan sekolah, murid, dan orangtua agar memahami protokol  kesehatan selama PTM, Disdik DKI melakukan asesmen dan pelatihan. 

Baca juga: Terima Aduan 19 Ribu Guru Honorer, PGRI Desak Perbaikan Sistem Rekrutmen PPPK

Sementara itu sejak 30 Agustus lalu, Pemprov DKI telah melaksanakan PTM terbatas di 610 sekolah. Dengan demikian, ditargetkan pada 27 September mendatang, terdapat 1.500 sekolah yang akan melaksanakan PTM di Jakarta.

"Jadi untuk rencana tersebut tidak ada rencana kami untuk membatalkan. Masih sesuai dengan timeline kita insya Allah 27 september sudah ada penambahan 890 sekolah lagi jadi digenapkan ada 1.500 sekolah bergabung dengan sebelumnya 610 sekolah," kata Taga saat dikonfirmasi. 

Taga melanjutkan, asesmen sudah selesai dan sekolah-sekolah yang sudah melakukan asesmen itu tinggal menunggu surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI.

"Artinya sudah ditentukan berdasarkan dengan asesmen satu dan dua. Lalu ada validasi dan verifikasi pengawas dan pelatihan. Sudah ada sekolahnya. Mungkin kalau ada SK-nya nanti akan saya sampaikan teman-teman wartawan," ujarnya.

Ia pun memastikan protokol kesehatan akan tetap dilakukan dengan ketat dan disiplin. Pengawasan pun tidak akan kendur meski jumlah sekolah yang diawasi bertambah cukup banyak.

"Kalau prokes dari awal ketat walaupun ada atau tidak ada kasus. Prokes ketat kita akan optimalkan karena ini kunci dari kita Disdik mengawal PTM terbatas. Karena kalau kendur sedikit berbahaya," jelasnya. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Menteri LHK: RI Tagih Komitmen Global untuk Pemenuhan Target NDC

👤Atalya Puspa 🕔Senin 25 Oktober 2021, 20:36 WIB
Sebab, upaya pemenuhan NDC lewat mekanisme pasar dan non-pasar, merupakan salah satu agenda yang belum tuntas dibahas sejak COP-24 di...
AFP

Indonesia Terima Bantuan Vaksin dari Selandia Baru

👤Ant 🕔Senin 25 Oktober 2021, 19:12 WIB
Total vaksin yang sudah datang di tanah air baik dalam bentuk bulk dan jadi adalah sekitar 292 juta...
MI/heri susetyo

Luhut : Saat Libur Nataru, Syarat PCR akan Diperluas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Oktober 2021, 18:59 WIB
Selama periode Nataru tahun lalu, meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, mobilitas tetap meningkat dan pada akhirnya mendorong...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Proyek Strategis Terus Melaju

Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah extraordinary agar realisasi PSN dapat berjalan lebih maksimal.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya