Jumat 17 September 2021, 22:25 WIB

IDI: Vaksin dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat PTM di Pesantren

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
IDI: Vaksin dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat PTM di Pesantren

Rumgapres
Vaksinasi massal di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Darul Mu'arrif, Aceh Besar, Aceh.

 

AKTIVITAS pembelajaran tatap muka (PTM) di pondok pesantren dapat dilakukan jika para santri dan pengasuh sudah divaksin dan seluruh protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Satuan Tugas covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, dalam pernyataannya.

Ia mengatakan, saat ini sudah 75 juta orang menerima vaksinasi dosis pertama hingga 15 September 2021. Kasus covid-19 memang telah melandai. Namun, imbuhnya, masyarakat harus tetap harus waspada.

“Kondisi membaik, tetapi harus tetap waspada. Silahkan buka pesantren. Selama memenuhi prokes,” kata dokter spesialis penyakit dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (Kanker) itu.

Prof Zubairi mengingatkan, orang dengan banyak komorbid atau penyakit penyerta justru semakin memerlukan vaksin. Vaksinasi hanya perlu ditunda selama kondisi tubuh belum memungkinkan.

“Silahkan konsultasi ke fasilitas kesehatan. Siapa yang belum vaksinasi, secepatnya daftar. Karena semakin mudah. Pada prinsipnya, dalam kondisi pandemi, yang terbaik adalah yang di dekat kita,” ujarnya.

Majelis Ulama Indonesia menegaskan kembali bahwa vaksin halal dan boleh dipakai. Mencegah penyebaran covid-19 juga dinyatakan sebagai ibadah. Ketua Bidang Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan, sangat jelas bahwa semua penyakit ada obatnya. Covid-19 pun tidak lepas dari hal itu.

“Kita disuruh berobat,” ujarnya.

MUI telah meneliti seluruh 9 vaksin yang diizinkan beredar di Indonesia. Ada vaksin yang dipastikan halal dan suci sejak proses awal hingga akhir.

Di sisi lain, ada vaksin yang bersentuhan dengan zat haram selama prosesnya. Meski demikian, MUI berpendapat vaksin-vaksin itu tetap boleh digunakan.

“Bukan diubah dari haram menjadi halal, melainkan dibolehkan,” jelasnya.

Kebolehan itu didasarkan pada kondisi darurat. Vaksin yang dipastikan halal dari awal sampai akhir hanya bisa mencukupi sebagian kebutuhan vaksin. Karena itu, vaksin lain diperlukan untuk memenuhi target vaksinasi.

KH Cholil Nafis mengingatkan, Islam sangat menganjurkan menghindari bahaya. Bahkan, pencegahan penyebaran covid-19 termasuk ibadah bagi muslim karena menghindari bahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Seperti Zubairi, KH Cholil Nafis sepakat bahwa pesantren perlu dibuka. Sebab, pesantren dan pengasuhnya diisolasi dalam suatu tempat. Mereka tidak berinteraksi dengan pihak di luar pesantren.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas NU Peduli covid-19, Makki Zamzami, membenarkan bahwa ada banyak kabar bohong atau hoax soal covid-19. Bahkan, hoax tersebar di sejumlah warga NU.

Satgas NU Peduli covid-19 menjadikan pemberantasan hoax sebagai salah satu program prioritas. “Apalagi, dulu di awal-awal informasinya masih berubah terus,” ujarnya.

Di Indonesia, 92% hoax tersebar di media sosial. Sebanyak 41% di antaranya merupakan hoax terkait kesehatan. Meski demikian, kini semakin banyak warga NU sadar kesehatan dan bahaya covid-19. Pesantren dan para pengasuhnya adalah salah satu yang aktif melawan covid-19. (H-2)

Baca Juga

DOK Kenari Daja

Kenari Djaja Award 2021 Bentuk Dukungan Terhadap Karya Anak Bangsa

👤Widhoroso 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:40 WIB
KOMPETISI desain handle atau gagang pintu yang digelar Kenari Djaja sukses memunculkan desain-desain inovatif dari...
Antara

Menteri PPPA Puji Protes Guru dan Murid Tolak Pernikahan Anak

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:30 WIB
Menurutnya, aksi penolakan ini menunjukkan kesadaran bahwa pernikahan anak di bawah umur tidak sepatutnya...
DOK Pribadi.

KLHK dan Le Minerale Inisiasi Standardisasi Bank Sampah

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:17 WIB
Bank Sampah Bersinar mendapatkan penghargaan sebagai Bank Sampah Terbaik se-Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bank Sampah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya