Kamis 16 September 2021, 18:09 WIB

Survei : Antusiasme Warga untuk Ikut Program Vaksinasi Covid-19 Tinggi

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Survei : Antusiasme Warga untuk Ikut Program Vaksinasi Covid-19 Tinggi

Antara/Zabur Karuru
Tenaga kesehatan menyiapkan suntikan vaksin Covid-19

 

HASIL survei Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id menampilkan data bahwa responden antusias untuk divaksinasi, tapi ada kelompok terkendala dalam hal pendaftaran, antrean, dan ketersediaan stok. Hasil survei tersebut juga menyebutkan soal sumber informasi terkait Covid-19 yang paling dipercayai masyarakat.

Campaigner Change.org Indonesia Efraim Leonard mengatakan, survei itu memberikan gambaran yang bervariasi tentang pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

"Seperti: di mana warga mencari informasi, siapa yang mempengaruhi keputusan mereka untuk ikut vaksinasi, sekaligus mengumpulkan masukan tentang pelaksanaan vaksinasi untuk menjadi perbaikan ke depan," katanya.

Survei disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. 

Manajer Riset Katadata Insight Center (KIC) Vivi Zabkie menyebutkan, 77,9% dari 8.299 responden mengaku sudah divaksin dan sebagian besar menyebutkan bahwa vaksinasi adalah tanggung jawab mereka sebagai warga negara agar dapat membasmi Covid-19 (69,8%).

Sebanyak 1.130 atau 13,6% responden menyebutkan bahwa mereka belum tapi ingin divaksinasi, dengan alasan utama proses mendapatkan vaksin rumit, antriannya panjang dan ramai (34,33%). Sebanyak 17,9% dari mereka tidak mengetahui harus pergi ke mana untuk mendaftar, serta 15,9% mengaku kehabisan antrian dan kuota vaksin.

Di antara 701 responden yang menyebutkan bahwa mereka belum dan tidak ingin divaksinasi, alasan utamanya adalah merasa tidak membutuhkan vaksin selama bisa menjaga imunitas tubuh (70,2%), tidak percaya efektivitas vaksin (53,7%), dan memiliki penyakit bawaan (12,4%). Sekitar 76% dari responden yang belum dan tidak ingin divaksinasi adalah kelompok dewasa muda berusia 18-44 tahun.

Vivi mengungkapkan, dari 1.130 responden yang bersedia namun belum divaksinasi, 26,2% dari mereka menyebutkan tidak tahu cara mendapatkan vaksin. Mayoritas dari kelompok ini berharap agar informasi tentang vaksinasi muncul di kanal yang bersifat langsung dan dekat dengan lingkungan mereka, seperti pengumuman dari ketua RT/RW (60,5%), disusul kanal informasi publik non pemerintah (50,8%).

Baca juga : Ketua Satgas Covid-19 Janji Fasilitasi Warga yang Sulit Akses PeduliLindungi

Sebanyak 79,2% responden yang belum yang bersedia namun belum divaksinasi menjawab bahwa mereka mengetahui apakah mereka memenuhi syarat untuk divaksinasi atau tidak.

Di kelompok yang sudah divaksinasi maupun yang belum tapi ingin divaksinasi (total: 7,528 orang), 80,2% menyatakan mudah mendapatkan informasi tentang jenis-jenis dan kemanjuran vaksin. Rata-rata dari mereka mendapatkan informasi tersebut melalui kanal informasi publik non pemerintah (61,9%), disusul media sosial pemerintah pusat (42.2%) dan pemberitaan/iklan di televisi (24,6%).

Sementara 19,8% sisanya menyatakan tidak mudah mendapatkan informasi tentang kemanjuran vaksin dan jenis-jenisnya, serta mengharapkan informasi tersebut bisa didapatkan di media sosial pemerintah pusat (56,6%), disusul kanal informasi publik non pemerintah (54,2%) dan pemberitaan/iklan di televisi (47,6%).

Sementara ketika ditanya siapa yang dipercayai untuk memberi informasi tentang vaksinasi, 48,6% dari total responden yang berjumlah 8.299 orang mempercayai informasi dari WHO dan CDC, diikuti oleh dokter (48,1%) dan Satgas COVID-19 (47,2%). Sedangkan yang menduduki peringkat terendah dari segi kepercayaan adalah tokoh politik (2%), WhatsApp broadcast (2,6%), lalu influencer dan selebriti (3,7%).

"Bagian pertama dari survei ini memberi gambaran antusiasme responden untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 serta mengafirmasi peran otoritas kesehatan dan profesi kedokteran sebagai influencer yang paling dipercaya," ujar Vivi.

Kedepannya, penting agar informasi terkini tentang vaksinasi tersedia di lingkungan terdekat melalui partisipasi aktif ketua RT/RW, serta peningkatan edukasi seputar peran vaksinasi dalam memperkuat imunitas tubuh. 

Co-founder KawalCOVID19.id Elina Ciptadi menegaskan, jangan sampai warga yang antusias untuk divaksinasi jadi putus asa karena sulit mendapatkan informasi terkini, atau terhambat masalah stok dan prosedur pendaftaran. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok.Pribadi

Pemerintah akan Perkuat Pengawasan Protokol Kesehatan Selama Nataru 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 20:49 WIB
“Caranya, bukan dengan penerapan PPKM, namun pengetatan Nataru. Jadi nanti akan ada Inmendagri yang secara khusus akan disiapkan bagi...
Dok.Pribadi

Menkominfo Ingin Jadikan STMM Penghasil Talenta Digital yang Mumpuni 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 20:46 WIB
“Sekolah Tinggi Multimedia Kominfo STMM perlu hadir dengan program-program studi yang berorientasi terpenuhinya kebutuhan talenta...
Ist/KLHK

Rehabilitasi Lingkungan, Presiden dan Menteri LHK Tanam Pohon di Area Bekas Tambang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 20:44 WIB
Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan di area bekas-bekas tambang yang ada di Provinsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya