Selasa 14 September 2021, 22:22 WIB

Pendidikan Harus Diarahkan Untuk Membangun Daya Kritis Siswa

Widhoroso | Humaniora
Pendidikan Harus Diarahkan Untuk Membangun Daya Kritis Siswa

DOK MI
Muhammad Nur Rizal, founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM)

 

GERAKAN Sekolah Menyenangkan (GSM) menggelar Kelas Sekolah Menyenangkan secara serentak ke 34 provinsi yang terbagi ke dalam 16 kelas secara daring. Kegiatan ini diisi sekitar 100 anak muda yang telah dilatih oleh GSM berkolaborasi dengan puluhan guru penyimpang yaitu guru yang memiliki perilaku menyimpang dalam mengajar, namun memberikan dampak positif pada karakter dan hasil belajar siswa.

"Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat mengundang gerakan dari anak muda agar semakin peduli dan berkontribusi terhadap masa depan bangsanya, serta semakin menggerakkan guru untuk membangun pengembangan praktik bersama agar kompetensi dan profesionalismenya semakin meningkat," ungkap diungkapkan Muhammad Nur Rizal, founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/9).

Lebih jauh, Rizal mengatakan pendidikan tidak boleh hanya menjejalkan konten pengetahuan dengan kurikulum yang padat kepada siswa. Pendidikan harus diarahkan justru untuk membangun daya kritis agar siswa mampu membedakan mana informasi yang bermutu, berguna, dan benar.

Apalagi generasi milenial dan generasi Z dianggap sebagai generasi cerdas karena mudah mendapatkan akses informasi yang berlimpah dari internet. Hanya saja, mereka di khawatirkan memiliki pandangan yang semakin sempit akibar algoritmaeco chamber yang dimiliki sosial media.

Rizal menegaskan, permasalahan anak muda di masa depan tersebut dapat diminimalisir dengan mendapatkan keterampilan kompetensi penalaran dan kesadaran diri serta memperbanyak ruang perjumpaan lintas generasi sehingga cara pandang dan perilaku generasi muda dapat meluas.

"Tujuan pendidikan seharusnya melibatkan anak muda dengan dunia yang dirasakannya juga dunia di sekelilingnya. Maka anak muda perlu menghormati akan keberagaman dan mengapresiasi akar budayanya sendiri," tutur Rizal.

Novi Candra, co-founder GSM menambahkan paradigma pendidikan Indonesia belum menganggapi isu kesehatan mental adalah penting. Sehingga, ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ) diwarnai dengan kondisi emosi negatif yang lebih besar, yakni 66% dirasakan siswa selama PJJ, sulit bagi guru-guru untuk mendapatkan keterampilan mengajar yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Menurutnya, guru-guru juga mengalami perasaan yang sama atau emosi negatif karena ketidaktahuan strategi belajar yang baru, dan tidak adanya perubahan kurikulum yang mendasar dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan emosi. Karena itu, jelas Novi, pihaknya mencoba hadir untuk menyampaikan materi tentang praktik sederhana namun fundamental yaitu pentingnya penalaran dan kesadaran diri.

"GSM ingin mengkritisi narasi pendidikan Indonesia dari hanya sebatas pencapaian PISA, yang mana menjadi kepentingan negara, bergeser ke pencapaian kepentingan anak muda di masa depan, yaitu kompetensi penalaran dan kesadaran diri. Materi-materi yang disampaikan di Kelas Sekolah Menyenangkan akan terkait dengan hal itu," lanjut Novi. (RO/OL-15)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Sekolah Diminta Optimalkan TIK dalam Pembelajaran

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 19 September 2021, 01:43 WIB
Selain untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, TIK dapat dioptimalkan untuk menciptakan manajemen sekolah yang efektif dan...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Alumni Akpol 1990 Gelar Bakti Sosial dan Vaksinasi

👤Meidiaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 22:17 WIB
Dari lulusan Akabri Angkatan 1990, tercatat 147 alumnus menjadi perwira tinggi. Untuk TNI-AL, tercatat 33 alumnus Akabri 1990 menyemat...
Ist

Dengan Smartphone, Siapapun Bisa Jadi Video Content Creator Handal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 19:49 WIB
Untuk menjadi content creator, salah syaratnya bagaimana memegang smartphone agar video tidak goyang, kemampuan mengatur...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya