Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali berinovasi di tengah pandemi covid-19. Mereka ialah Anita Nurul Apriliana dari Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan, Fadhillah Brimantara dari Prodi Agroteknologi, serta Leni Irawati dan Cornelya Venny Wijaya dari Prodi Agribisnis. Dibimbing oleh Rohula Utami, S.TP, M.P., keempat mahasiswa tersebut menciptakan produk olahan dari kulit kacang tanah yang diberi nama Oicaabar.
Oicaabar merupakan singkatan dari prebiotik kulit kacang tanah yang berbentuk Snackbar. Saat dihubungi oleh tim uns.ac.id, keempat mahasiswa UNS itu mengungkapkan alasan mereka membuat produk Ociaabar. Menurut mereka, pandemi covid-19 yang terjadi di seluruh penjuru dunia memberikan dampak di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Misalnya saja, melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional, jumlah kedatangan turis asing maupun lokal yang menurun, dan kegiatan pendidikan yang terhambat.
Meskipun saat ini vaksinasi covid-19 tengah digenjot oleh pemerintah Indonesia, nyatanya terdapat beberapa faktor yang menghalangi akses masyarakat untuk memperoleh jatah vaksin. Oleh karena itu, sambil menunggu jatah vaksin yang diberikan oleh pemerintah, masyarakat dianjurkan untuk meningkatkan imunitas tubuhnya. Hal inilah yang melatarbelakangi empat mahasiswa UNS untuk menciptakan produk Ociaabar.
"Salah satu langkah yang murah, efektif, dan dapat dilakukan yaitu meningkatkan imunitas tubuh masing-masing masyarakat. Hal inilah yang terpikirkan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan UNS untuk menciptakan makanan sehat yang rendah gula dan memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh," jelas Anita, Selasa (14/9).
Kepada tim uns.ac.id, Anita mengatakan bahwa kulit kacang tanah yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata mengandung selulosa sebesar 47,19% yang dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kandungan tersebut berfungsi sebagai prebiotik yang mampu menstimulus pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh untuk melakukan fermentasi makanan. "Fermentasi makanan inilah yang akan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berguna untuk mengatur sistem kekebalan tubuh dan memberikan respons terhadap peradangan. Seluruh proses ini dapat meningkatkan imunitas bagi tubuh, salah satunya untuk menghadapi SARS COV penyebab covid-19," imbuh Anita.
Inovasi sebagai solusi dari permasalahan masyarakat itu sudah dipasarkan sejak dua bulan yang lalu, tepatnya Juli 2021. Produk tersebut dipasarkan melalui e-commerce yang saat ini semakin digemari oleh kaum milenial. Dikemas secara menarik, Ociaabar dibanderol dengan harga Rp15.000. Dengan harga tersebut, pembeli bisa memperoleh lima Oicaabar dengan berat total 90 gram di tiap kemasan. Informasi lebih jauh juga dapat diakses dengan bebas melalui media sosial Instagram dan Facebook dengan nama Ociaabar.
"Melalui produk ini, diharapkan masyarakat dapat mengonsumsi makanan sehat secara mudah dengan memanfaatkan bahan yang selama ini masih dianggap sampah. Selain itu, Oicaabar yang mengusung konsep healthy food ingin mengajak masyarakat untuk terus menjalankan pola hidup sehat," ungkap Fadhillah. (OL-14)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan ZCorner di Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai pusat pemberdayaan UMKM.
Mahasiswa UNS diperkenalkan pada dasar-dasar layanan pinjaman daring (pindar), termasuk peran teknologi dalam menjembatani akses keuangan yang lebih cepat dan tepat guna.
RUU Perampasan Aset versi April 2023 mengatur mekanisme non-conviction based asset forfeiture yang memungkinkan aset dirampas tanpa putusan pidana.
SEBANYAK 1.500 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sangat antusias dan tertantang mengikuti kegiatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Goes to Campus.
UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta tengah mempersiapkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang berlangsung pada 19-23 Agustus.
Konfrensi itu diikuti 28 negara dan dibuka Wakil Menteri Perhubungan, Komjen (Purn) Suntana.
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved