Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DI era perkembangan teknologi, industri musik untuk lagu-lagu anak di Indonesia semakin lesu dan tersudutkan. Padahal, anak-anak sangat menggandrungi teknologi.
Bahkan banyak generasi muda Indonesia yang lebih hafal musik idola barat yang sebagian liriknya sangat tidak cocok untuk mereka.
Di tambah pula tidak ada lagi tokoh pengganti seperti Pak Kasur, Ibu Sud, Papa T Bob dan pencipta musik anak lainnya. Kebanyakan musik anak Indonesia juga mendapat perlakuan kurang istimewa dan tak serius dari sisi penggarapan sehingga kualitas yang dihasilkan dari kurang maksimal.
Keadaan itu membuat CEO PT Amnar Awandi Kazoku Rendyadi Amnar mengaku prihatin. Rendy pun terpikir untuk menciptakan karakter untuk anak-anak dan pada tahun lalu, lahir lah animasi 3D bernama Hoala dan Koala.
Kedua karakter tersebut adalah sepasang sahabat yang gemar bernyanyi. Total ada 12 karakter animasi yang tampil dalam Hoala dan Koala. Mereka adalah Ayah, Ibu, dan Hoala, serta karater pendukung, yakni Koala, Miss Jeruk, Rubin si Rubah, Lincul si Ular, Burhan si Burung Hantu, Bu Aya si Buaya, Serigili si Serigala, Om Ping si harimau, dan Om Bre si Singa.
"Seluruh karakter yang ada juga bisa bernyayi sehingga diharapkan bukan hanya anak-anak yang terhibur, juga para orang tua," kata Rendyadi dalam keterangan resminya, Rabu (8/9).
Baca juga: Ed Asner, Pengisi Suara Kakek dalam Film Animasi Up, Tutup Usia
Rendy mengungkapkan tim Hoala dan Koala menggarap seluruh musik dengan serius dan matang. Banyak musisi internasional yang terlibat, serta banyak sekali alat musik yang unik yang dipakai dalam penggarapan album-albumnya, termasuk instrumen etnik Indonesia seperti gamelan dan angklung.
“Kami ingin membuktikan bahwa tak selamanya musik anak adalah musik sederhana dengan konsep yang juga sederhana. Kami percaya kualitas vokal yang kami tampilkan merupakan kualitas vokal yang bisa disandingkan dengan musik di luar genre anak-anak,” lanjutnya.
Di masa pandemi covid-19, aktivitas masyarakat dibatasi. Proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Anak-anak memiliki kecenderungan terpapar gagdet dan lebih intensif dibanding sebelumnya.
Situs Hoala dan Koala di tautan hoaladankoala.com menyebutkan keseriusan dalam menggarap digital platform ini tampak dengan eksistensi digital di beberapa penyedia layanan musik online dan social media.
“Kami memaksimalkan website, Youtube, Facebook, Instagram, Tik Tok, Spotify, Apple Music, Twitter dan SoundCloud sebagai ujung tombak,” tutup Rendy. (R-3)
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved