Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG Dicky Budiman mengatakan vaksin yang merupakan produk biologis perlu adanya mekanisme dan standarisasi hingga prosedur seperti halnya uji klinis yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
"Ini untuk memastikan produk biologis ini aman dan terbukti efektif, tidak bisa berbasis keyakinan dan klaim yang tidak berdasarkan mekanisme," ucapnya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (3/9).
Ia menekankan, vaksin bukan menjadi strategi utama dalam penanganan pandemi suatu negara, melainkan tetap digencarkannya 3 T yakni Testing, Tracing dan Treatment.
"Vaksin apapun saat ini , apalagi yang masih dalam uji, harus sangat hati hati dan tidak jadi prioritas ataupun andalan, itu menjadi salah ketika vaksin justru menjadi poin utama, dan saya bersyukur dalam hal ini BPOM masih terjaga integritasnya," Lanjutnya.
"Beberapa riset yang masih berjalan, masih terlampau dominasi klaim terlalu over optimisme yang belum berbasis sains yang kuat, harus dikelola dan sabar," pungkas Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia.
Sebelumnya dikutip dari laman sehatnegeriku.Kemenkes.go.id, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa vaksin Nusantara dapat diakses oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.
Penelitian tersebut berdasarkan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI Angkatan Darat pada April lalu terkait dengan ‘Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2’.
“Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut,” ujar dr. Nadia.
Selain itu, dr. Nadia juga menegaskan bahwa vaksin Nusantara tidak dapat dikomersialkan lantaran autologus atau bersifat individual.
“Sel dendritik bersifat autologus artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri, sehingga tidak bisa digunakan untuk orang lain. Jadi, produknya hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri,” tambah dr. Nadia. (OL-4)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved