Kamis 02 September 2021, 22:03 WIB

IKASBA Kalsel: Kearifan Lokal Benteng Melawan Ideologi Transnasional

mediaindonesia.com | Humaniora
IKASBA Kalsel: Kearifan Lokal Benteng Melawan Ideologi Transnasional

ANTARA/HO-BNPT
Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa Kalimantan Selatan (IKASBA Kalsel) Drs Aliansyah Mahadi.

 

KETUA Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa Kalimantan Selatan (IKASBA Kalsel) Aliansyah Mahadi menilai pentingnya masyarakat memperkuat kearifan lokal sebagai benteng melawan masuknya paham dan ideologi transnasional.

"Kearifan lokal ini sebenarnya adalah benteng yang luar biasa bagi masuknya budaya-budaya luar, tapi dapat kita lihat sendiri kondisi saat ini sudah jauh sekali dari nilai dan ajaran tokoh-tokoh yang dahulu menjadi panutan kita,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (2/9).

Apalagi, menurut pria yang akrab disapa Didit itu, banyak faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga mudah terpengaruh dengan budaya maupun ideologi luar sehingga mereka cenderung meninggalkan kearifan lokal misalnya perkembangan teknologi yang dinilai menjadi pemicu para generasi muda sudah tidak berarti.

“Selain itu, masyarakat masih belum cermat dalam mengikuti perkembangan global dibandingkan dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki sehingga mudah tertipu oleh perkembangan yang terlihat nyata di hadapan,” ujar pria yang pernah menempuh studi di Universitas Lambung Mangkurat ini.

Didit menilai segenap pemerintah dan komponen masyarakat harus memiliki upaya kongkrit dalam mendorong kearifan lokal untuk mencegah masuknya paham atau ideologi transnasional itu.

“Pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda untuk duduk satu meja untuk sama-sama memikirkan bagaimana agar kearifan lokal ini kembali bisa kita gali dan kembali kita inventarisir lagi,” ujar pria yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalsel ini.

Tidak hanya itu, Didit juga memandang perlunya penanaman kearifan lokal melalui lingkungan pendidikan sehingga generasi penerus bangsa ini dibekali akhlak hidup berbangsa dan bernegara serta dapat belajar saling melengkapi, saling menyempurnakan, tenggang rasa, dan peduli kepada sesama anak bangsa, menghindari kepentingan kelompok dan komunitas atau kepentingan segelintir.

“Jadi menurut saya, membumikan Pancasila bagi anak bangsa ke dalam semua lapisan baik pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat mutlak diperlukan, yang formal dalam kurikulum sekolah baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler demi memperkuat kearifan lokal,” kata Didit menuturkan. (Ant/OL-09)

Baca Juga

HO

Pembangunan Metaverse Sekolah Santa Ursula Jakarta Dimulai

👤Widhoroso 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:10 WIB
BEKERJA sama dengan Medusa Technology, Sekolah Santa Ursula Jakarta akan membangun Metaverse Sekolah Santa...
Ist

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan Bijak Gunakan Garam

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:00 WIB
Hasil penelitian “Elderly Project”  yang melibatkan peneliti UGM bahwa menu rendah garam dalam program pemberian makan...
Antara

82,59% Remaja Tuntas Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 19:27 WIB
Sebanyak 22.056.833 remaja usia 12 hingga 17 tahun telah menerima vaksin dosis lengkap hingga Rabu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya