Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI seorang konten kreator, sangat penting agar karya yang dibuat bisa disukai oleh publik. Namun, itu saja tidak cukup. Konten juga harus bermanfaat.
Itu lah yang diterapkan oleh Jennyfer, salah satu konten kreator di Tanah Air yang juga berprofesi sebagai psikolog klinis. Jennyfer mengungkapkan dirinya ingin membantu banyak orang sampai untuk bisa merasakan perubahan positif dalam hidupnya masing-masing.
Konten yang kerap dibuat oleh Jennyfer umumnya terkait kampanye pentingnya kesehatan mental. Di media sosial, Jennyfer bisa dijumpai melalui @jen.psikolog di Instagram.
Ia sering memberikan edukasi dengan gaya penyampaian yang menarik. Tak jarang, lulusan S1 Universitas Bina Nusantara dan S2 Universitas Tarumanagara itu membuat sebuah video yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Simone Biles Mengaku Mundur karena Masalah Kesehatan Mental
Konten yang ada pada akunnya seperti inner child, overthinking, topik psikologi, dan berbagai topik seputar hidup diulas secara kreatif. Selain itu, ia kadang membahas sebuah film atau drama yang berhubungan dengan kesehatan mental, seperti Joker, drama Korea Move to Heaven dan juga It’s Okay to Not be Okay.
Menurut Jennyfer, usaha untuk memperjuangkan pentingnya kesehatan mental tidak hanya dilakukan di Instagram. Ia sering mengadakan webinar atau kelas untuk membahas mengenai kesehatan mental bekerja sama dengan public figure yang memiliki kepedulian akan hal tersebut.
Jennyfer juga membangun sebuah aplikasi kesehatan mental bernama Fathom yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dari berbagai kalangan mendapatkan pelayanan psikologis secara profesional. Serta, menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk para psikolog muda maupun dengan jam terbang tinggi. (R-3)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Matcha memang kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan.
Cara seseorang mengekspresikan kesedihannya berkaitan erat dengan apa yang dirasa paling menguatkan bagi dirinya sendiri.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved