Senin 30 Agustus 2021, 18:33 WIB

Satupena Perjuangkan Kesejahteraan Penulis

Widhoroso | Humaniora
Satupena Perjuangkan Kesejahteraan Penulis

DOK MI
Ketua Umum Satupena/Hati Pena, Denny JA

 

KESEJAHTERAAN penulis menjadi salah satu yang akan diperjuangkan perhimpunan Satupena/Hati Pena. Tujuh program telah disiapkan agar para penulis bisa sejahtera dengan profesinya.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Satupena/Hati Pena, Denny JA dalam keterangan tertulisnya. Dengan tujuh program tersebut para penulis yanag tergabung dalam Satupena/Hati Pena akan mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan mereka.

"Program pertama adalah pemberian penghargaan yang digelar setahun sekali. Kedua, penyediaan akses ke ribuan jurnal akademik di JSTOR, dan akses kepada perpustakaan terbaik dunia serta akses ke perpustakan nasional dan DPR," jelasnya.

Program selanjutnya adalah Satupena akan mendirikan usaha atau setidaknya berkerjasama dengan usaha print on demand. Satupena akan membentuk satu tim kurator untuk membantu anggota menerbitkan bukunya hingga ke layout dan ISBN. Satupena juga akan membantu penjualan buku tersebut.

Kempat, Satupena/Hati Pena membentuk tim untuk membuat akun youtube, dua pekan sekali mewawancarai penulis berprestasi, atau yang baru saja menerbitkan karya menarik, menggali proses kreatif penulis yang bersangkutan. "Ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi dan tukar pengalaman sesama penulis," jelasnya.

Program selanjutnya adalah membentuk tim sebagai forum anggota untuk bisa aktif mengikuti perkembangan terbaru soal buku ataupun peristiwa menarik setiap dua pekan minggu melalui diskusi. Kegiatan ini bisa juga diikuti melalui Facebook dan YouTube.

Keenam, Satupena/Hati Pena akan membentuk tim mencari pola kerja sama dengan Netflix, dan sejenisnya, juga industri lain untuk menyalurkan karya penulis: skenario, dan lainnya agar ikut meramaikan dunia industri masa kini.

Program ketujuh Satupena/Hati Pema membentuk tim agar dalam jangka panjang terbentuk kebijakan yang ramah kepada penulis seperti soal  pembajakan buku, pajak kepada penulis yang lebih ringan, serta royalti yang lebih memuaskan.

"Penulis perlu berhimpun dan  menyatukan aspirasi. Organisasi bersama lebih kuat dan lebih mampu menjalankan lobi-lobi untuk kebijakan yang lebih ramah kepada penulis. Himpunan dan komunitas dapat menjadi samudra. Jika penulis adalah ikan-ikannya, samudra menyediakan lingkungan, ekosistem yang sehat dan kaya bagi ikan-ikan itu," katanya. (RO/OL-15)

Baca Juga

Ilustrasi

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Pasien Kanker Hati 

👤M. Iqbal Al MAchmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:45 WIB
Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis/kemungkinan terjadinya...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Pemerintah Dorong Peningkatan Testing Covid-19 untuk Pengendalian Pandemi 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:45 WIB
Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR adalah Rp275 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp300 ribu untuk luar pulau Jawa dan...
Antara/Galih Pradipta

Capaian Vaksinasi Kelompok Remaja Lampaui 75% 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:15 WIB
Menurutnya, vaksinasi remaja sangat penting untuk melindungi anak indonesia dari ancaman covid-19, apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya