Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH bayi lahir, banyak hal dan rutinitas berbeda yang dijalankan oleh keluarga. Peran ibu, seperti menyusui dan merawat bayi sambil tetap mengerjakan beberapa tugas rumah tangga, nampak sangat jelas. Di sisi lain, kegiatan ayah kadang tidak banyak berubah atau bahkan terkesan tidak membantu istrinya.
“Beberapa ayah kadang bukan tidak mau terlibat dalam rutinitas baru ini, tapi mereka tidak tahu dan tidak yakin apa yang harus mereka lakukan, apalagi terkait ASI,” kata Widodo Suhartoyo, Senior Technical and Liaison Advisor Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation.
Tahukah Ayah Manfaat ASI Eksklusif?
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, hanya 37,3% bayi di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif atau pemberian ASI saja selama 6 bulan.
Salah satu faktor penyebab rendahnya angka tersebut adalah kurangnya dukungan keluarga, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan.
“Dengan begitu maraknya iklan susu formula, para ayah pun banyak yang berpikir pragmatis dan akhirnya beranggapan bahwa susu formula adalah asupan yang wajib diberikan pada bayi sejak lahir,” lanjut Widodo Suhartoyo.
Sesungguhnya banyak manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi, ibu, keluarga, bahkan negara. Seperti yang diketahui bersama, ASI mengandung banyak nilai gizi yang penting bagi imunitas anak dan mendukung fungsi sistem pencernaan. Pemberian ASI juga membantu otak anak untuk tumbuh secara optimal.
Selain itu, dengan memberikan ASI secara eksklusif, ikatan emosional antara ibu dan bayi akan semakin kuat, yang akan membuat bayi lebih tenang.
Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan karena membakar sekitar 500-700 kalori per hari, mempercepat pemulihan rahim, dan menurunkan resiko sejumlah penyakit, seperti kanker payudara, kanker rahim, tekanan darah tinggi hingga diabetes.
Dengan pemberian ASI secara eksklusif, atau ASI saja selama 6 bulan lalu diberi MPASI (makanan pendamping ASI) sampai usia 2 tahun, juga memiliki manfaat secara ekonomi bagi keluarga.
ASI eksklusif dapat menghemat pengeluaran belanja pangan bayi, dibandingkan jika bayi mengkonsumsi susu formula. Dalam jangka panjang, anak yang tumbuh secara optimal akan mampu menjadi produktif dan mencapai kesejahteraan yang baik bagi dirinya sendiri, keluarga dan bangsa.
Apa yang Dapat Ayah Lakukan?
Meski menyusui adalah peran penting ibu, namun ada banyak sekali hal yang dapat ayah lakukan untuk membantu agar proses pemberian ASI, khususnya secara eksklusif.
“Sudah saatnya konsep peran ayah menjadi lebih modern, yaitu dengan menyadari bahwa peran ayah sangat penting dalam keputusan dan keberhasilan memberikan ASI secara eksklusif. Apalagi tujuannya sangat jelas, yaitu untuk memberikan yang terbaik bagi anak dan demi masa depannya yang lebih sehat dan produktif” tegas Widodo.
Berikut adalah sejumlah hal yang dapat dilakukan ayah untuk mendukung ibu yang berada dalam masa menyusui:
Dukungan ayah dalam keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif lebih signifikan dari yang dibayangkan.
Dengan turut terlibat, bekerjasama dengan istri sebagai sebuah tim, dan tetap menjaga keterbukaan dalam komunikasi tidak hanya akan meningkatkan keberhasilan ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif, namun akan dapat mempererat hubungan ayah dan ibu sebagai pasangan dan keluarga. (RO/OL-09)
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Lingkungan harus memiliki kepekaan untuk membedakan kapan waktu untuk mendekat dan kapan harus memberi ruang bagi orang yang berduka.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Mom Uung memperkenalkan tim Medical Doctor sebagai bagian dari penguatan layanan pendampingan menyusui.
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Seorang perempuan di Filipina mengalami pembengkakan di ketiak yang ternyata jaringan payudara tambahan. Saat menyusui, cairan ASI keluar dari folikel rambutnya.
ASI atau Air Susu Ibu menjadi asupan terbaik bayi sejak lahir hingga usia dua tahun.Â
Sebagai langkah pencegahan, ia sangat menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan hindari paparan rokok
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved