Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK pernah terbayangkan sebelumnya oleh seorang anak perempuan bernama Bias, ibunda tercinta harus pergi akibat covid-19. Rasa penyesalan sulit hilang di dalam benaknya.
"Aku bingung, sedih, gak tahu harus bagaimana," ujarnya.
Tak hanya ibundanya, Bias pun mengaku dirinya positif covid-19. Bias yang saat itu kondisinya tengah menurun harus segera mencari tempat di RS terdekat untuk ibundanya yang juga kondisinya semakin menurun drastis.
Saat kondisi ibunya turun, Bias mengaku sempat tak tahu harus berbuat apa karena dirinya juga lemas akibat covid-19.
Bias pun hanya bisa bersedih lantaran satu tabung oksigen yang akhirnya tiba itu juga harus digunakan untuk semua anggota keluarga karena mengalami gejala yang sama, yakni sesak nafas.
Baca juga: Jokowi Minta Kepala Daerah Habiskan Vaksin Secepatnya
Fakta bahwa kondisi ibundanya yang semakin menurun harus diterima olehnya. Hingga akhirnya nyawa sang ibunda tak tertolong.
Kini, kondisi Bias setelah kehilangan ibundanya berangsur pulih. Dirinya sekarang tinggal bersama tantenya di Bekasi, Jawa Barat.
Ia berharap adanya pandemi covid-19 yang masih belum hilang membuat pemerintah lebih perhatian terhadap anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat ganasnya virus korona.
Ia tak ingin kejadian yang dialami membuatnya menyerah. Karena hidup akan terus berjalan maka harus segera bangkit untuk masa depan yang lebih baik. (OL-4)
Program yang telah berjalan sejak Maret lalu ini menjangkau hingga lebih dari 1.500 anak yatim piatu di berbagai wilayah di Indonesia, sebagai bekal penting untuk masa depan mereka.
Menurut Hasnur, memuliakan anak yatim adalah bagian dari kewajiban sosial dalam Islam yang tak boleh diabaikan.
Dengan kerja sama ini, anak-anak yatim piatu Al Qohhar mendapat kesempatan melanjutkan kuliah dan memiliki jalur langsung menuju karier global.
PERHATIAN terhadap anak yatim piatu, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta keluarga pra-sejahtera di Indonesia disebut harus terus ditingkatkan.
Sebanyak 1.300 anak yatim menerima santunan dari Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) bersama PT Agung Podomoro Land Tbk
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi pihak-pihak yang memaksimalkan bulan Ramadan untuk berbagi ke sesama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan bulanan Beasiswa Teladan Negeri
BRI Insurance menyalurkan bantuan peralatan sekolah dan biaya operasional kepada Yayasan Ridho Berkah Sejahtera dan Yayasan Bayata di Jakarta sebagai bagian dari program TJSL Ramadan 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Chandra, itu juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama ribuan anak yatim, serta kehadiran penyanyi religi Opick serta tausiah dari ustaz Zaky Mirza.
Vega Hotel Gading Serpong menyelenggarakan kegiatan istimewa bertajuk "Buka Puasa Bersama Anak Yatim & Media-Content Creator Gathering".
Para anak yatim tampak senang lantaran mereka bisa menyantap makanan di salah satu resto di Kota Bandung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved