Selasa 17 Agustus 2021, 13:40 WIB

WhoSehat Lakukan Terobosan Berupa Sentra Vaksinasi Mini

Mediaindonesia.com | Humaniora
WhoSehat Lakukan Terobosan Berupa Sentra Vaksinasi Mini

DOK Pribadi.
Sentra Vaksinasi Mini WhoSehat menurunkan 4 nakes dan 4 admin untuk satu lokasi tingkat RW.

 

SELAMA bulan kemerdekaan, Agustus, sejumlah anak bangsa dalam WhoSehat melakukan terobosan berupa sentra vaksinasi mini. Sentra vaksinasi mini diperlukan untuk mendekatkan vaksinasi ke tempat tinggal warga.

"Sentra vaksinasi mini menjadi solusi dari hambatan vaksinasi karena puskesmas kekurangan tenaga kesehatan, persoalan jarak tempat tinggal ke lokasi vaksinasi, kebutuhan tempat pelaksanaan yang luas, tidak saling mengenal antarakseptor dan persoalan administrasi seperti identifikasi NIK, primary care dan hal lain yang dihadapi oleh Sentra Vaksinasi besar," ujar Michell Suharli, seorang akuntan publik yang mengoordinasikan gerakan sentra vaksinasi bernama WhoSehat, dalam ketarangan resmi, Selasa (17/8). Ini, lanjutnya, menjadi hadiah kecil untuk Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertema Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Sejak awal Agustus 2021, serbuan vaksinasi masif dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Camat Muhammad Fajar Churniawan memimpin langsung dengan strategi sentra vaksinasi mini. Model mini diadakan di RPTRA, sekolah, kantor kelurahan, kantor RW, hingga rumah warga setempat dengan sasaran 100 sampai dengan 500 akseptor.

Menurut Michell, tantangan utama sentra vaksinasi mini yaitu ketersediaan tenaga kesehatan. Prosedur medis vaksinasi yang menjadi tugas tenaga kesehatan yakni pemeriksaan kesehatan sebelum divaksinasi (screening), vaksinasi, dan observasi sesudah vaksinasi. Ini berarti satu sentra membutuhkan minimal tiga tenaga kesehatan. Seandainya pihak kecamatan menyelenggarakan lima lokasi, diperlukan lebih dari 15 tenaga kesehatan per hari. Karenanya, kecamatan menggandeng WhoSehat terkait penyediaan tenaga kesehatan dan peralatannya. 

Kolaborasi Kecamatan Pagedangan dan Kecamatan Pesanggrahan dengan WhoSehat untuk sentra vaksinasi mini selama 14 hari berhasil menyelenggarakan 35 kegiatan dan meraih 7.000 akseptor di 26 lokasi dengan target sasaran 7.500 orang. Kegiatan paling lama diadakan di RPTRA Delas Kelurahan Kebayoran Lama Utara yaitu empat hari vaksinasi dan berhasil meraih 936 akseptor. 

Pelaksanaan vaksinasi di sekolah dengan capaian akseptor terbanyak diperoleh dari SMP 161 Jakarta dengan 767 akseptor. Capaian akseptor terbanyak dalam satu hari kegiatan diperoleh di SMP 87 Jakarta dengan 568 akseptor. Sedangkan puskesmas yang kolaborasi paling banyak dengan WhoSehat yakni Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan sejumlah 17 kegiatan dengan capaian keseluruhan 3.300 akseptor.

Ketua panitia lapangan sentra vaksinasi mini di dua wilayah kecamatan tersebut, Kristian Thomas, selain sekolah, yang berhasil mendapat akseptor terbanyak dalam satu hari yakni di Kelurahan Pondok Pinang. Vaksinasi dilaksanakan di Masjid Ni'matul Ittihad pada 11 Agustus 2021 oleh Forum Ulama dan Habib DKI Jakarta. Vaksinasi hari itu dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan berhasil meraih 411 akseptor.

Baca juga: Harga Tes PCR Bisa Turun 45%, Ini Penjelasan Kemenkes

WhoSehat akan melanjutkan gerakan sentra vaksinasi mini. Rencana selanjutnya WhoSehat akan berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, dan Puskesmas Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. WhoSehat didukung oleh grup usaha kantor akuntan dan konsultan pajak ShineWing Indonesia sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan. Gerakan sentra vaksinasi mini WhoSehat merupakan kolaborasi antara pimpinan kecamatan dan kelurahan, puskesmas, ShineWing Indonesia, Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFEB) Unika Atma Jaya Jakarta, dan Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI). Penggiat vaksinasi WhoSehat yakin bahwa keberhasilan vaksinasi menjadi kontribusi besar bagi ketangguhan bangsa. (OL-14)

Baca Juga

MI/Susanto

Para Guru Harus Semakin Akrab dengan Teknologi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:29 WIB
Penggunaan teknologi juga dianggap bisa meningkatkan kualitas pembelajaran...
MI/Alex Didit

Pilih Angle yang Menyentuh Hati Dalam Menulis Siaran Pers

👤Eri Sutrisno, Indonesia.go.id 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:25 WIB
Berita itu tidak berada di ruang hampa, ada banyak hal yang melingkupi Presidensi G-20...
MI/Muhammad Zen.

Sukseskan G20, Humas Pemerintahan Belajar Cara Menulis Siaran Pers yang Baik

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:14 WIB
Acara digelar atas kerja sama Sekolah Jurnalisme Media Indonesia (SJMI) dengan Ditjen IKP Kemenkominfo itu diikuti 40...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya