Jumat 13 Agustus 2021, 12:16 WIB

Kolostrum, Susu Emas Penuh Nutrisi dari Ibu Bagi Bayi

mediaindonesia.com | Humaniora
Kolostrum, Susu Emas Penuh Nutrisi dari Ibu Bagi Bayi

ANT
Ilustrasi ibu menyusui

 

ASI (Air Susu Ibu) eksklusif adalah pemberian ASI sebagai satu-satunya sumber asupan kepada anak sejak lahir sampai di usia 6 bulan, tanpa tambahan makanan ataupun minuman pendamping lain. Pemberian ASI ini diawali dengan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dimana IMD mempunyai peran tidak hanya untuk memproses produksi ASI, tetapi hisapan bayi yang pertama juga secara psikologis merekatkan hubungan ibu dan anak. Selain itu, IMD berperan penting dalam menstimulasi proses produksi ASI. Gerakan dan hisapan pertama bayi menjadi sinyal untuk ditangkap tubuh ibu bahwa proses menyusui sudah dimulai. 

Permasalahan yang biasanya dihadapi ibu adalah jumlah air susu yang diproduksi dirasakan sangat sedikit atau kurang. “Hal ini menjadi salah satu penyebab rasa kecewa, sedih bahkan frustrasi ibu yang baru melahirkan, dan seringkali menjadi pendorong penggunaan susu formula, yang tentunya tidak sama kandungan gizi dan manfaatnya”, menurut Arnoldus Paut, Program Specialist Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation.

Padahal keterbatasan produksi ASI ketika pertama kali menyusui adalah hal yang biasa. Seiring dengan aktivitas anak untuk menyusui, umumnya produksi ASI juga akan meningkat.  

Baca Juga: Pemberian ASI Eksklusif Jadi Tanggung Jawab Bersama

Tentang Kolostrum 
Kolostrum adalah ASI yang keluar di awal proses menyusui, khususnya di hari pertama hingga hari 4-5, jumlahnya memang terbatas. Teksturnya pun pekat, lengket dan berwarna kekuningan, berbeda dari warna ASI di hari-hari selanjutnya.

Meskipun demikian, bayi baru lahir hanya membutuhkan 1-4 sendok teh saja per hari karena ukuran bayi baru lahir perutnya masih sebesar kelereng. Oleh sebab itu, jumlah kolostrum yang sedikit dari ibu tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. 

Di sisi lain, karena kurangnya pemahaman, banyak ibu yang kemudian membuang kolostrum ini padahal kandungan nutrisinya sangat tinggi dan bermanfaat bagi bayi. “Ada banyak vitamin dan zat yang terkandung di dalam kolostrum, antara lain immunoglobulin, vitamin A, B12, B6, D dan K, serta kaya akan protein. Karena mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh dan sel darah putih maka kolostrum akan melindungi bayi terhadap infeksi dan mencegah alergi,” Arnold menyampaikan.  

“Kolostrum juga dapat membantu organ pencernaan bayi yang belum sempurna untuk mencerna dan mengeluarkan kotoran-kotoran di ususnya. Perkembangan usus bayi agar tumbuh semakin matang pun didukung oleh nutrisi dari kolostrum. Umumnya baru setelah 6 bulan, usus bayi akan siap menerima asupan tambahan selain ASI,” tambah Arnoldus. Karena warna dan beragam manfaatnya maka kolostrum dikenal juga dengan sebutan susu emas. 

WHO sangat menyarankan untuk pemberikan ruang dan dukungan agar para ibu dapat sukses memberikan ASI sejak bayi dilahirkan. Pemahaman dan pengetahuan ibu dan keluarga seputar ASI, bahkan sebelum melahirkan, akan sangat membantu ibu dan keluarga untuk memiliki persiapan fisik dan mental untuk memberikan dan mensukseskan pemberian ASI eksklusif. Terkait kolostrum, jangan khawatirkan banyak sedikitnya jumlah yang dihasilkan ibu, berikanlah pada bayi dengan kasih sayang karena susu emas ini akan menjadi perisai kesehatan alami terbaik untuknya. (RO/OL-10

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

89.715 Jemaah Sudah Melunasi Bipih dan Siap Berangkat ke Tanah Suci

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 11:04 WIB
“Sampai ditutup kemarin sore, total 89.715 jemaah telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26% dari...
Dok Kemenag

Gus Yaqut Bertemu Menteri Haji Arab Saudi Bahas Persiapan Haji

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:46 WIB
Yaqut menyampaikan kehadirannya di Jeddah atas arahan dari Presiden Joko Widodo. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan dan kualitas layanan...
AFP

Kapan Orang Sehat Perlu Buang Air Kecil?

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 09:45 WIB
DORONGAN untuk buang air kecil dimulai saat kandung kemih terisi sekitar 0,8-1,5 cangkir (200 hingga 350...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya