Senin 02 Agustus 2021, 20:06 WIB

Modus Pemotongan Bansos Oleh Pejabat Desa

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Modus Pemotongan Bansos Oleh Pejabat Desa

ANTARA/ARNAS PADDA
Petugas mengangkut paket bantuan sosial sebelum dibagikan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/7/2021)

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menyebutkan modus pemotongan bantuan sosial (bansos) sebelum disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Saya masih menemukan praktik penyaluran bantuan sosial tunai dikumpulkan di kantor desa atau kelurahan, tidak diantar langsung ke rumah warga," katanya saat dihubungi, Senin (2/8).

Sehingga perlu dibenahi mekanisme penyalurannya agar langsung diterima warga. Jika proses penerima bantuan sosial dikumpulkan melalui kantor desa atau dikolektifkan oleh aparat di tingkat bawah, maka potensi pemotongannya sangat rawan.

Baca juga: Presiden: PPKM Level 4 Dilanjutkan Sampai 9 Agustus

Selain itu, modus pemotongan bansos oleh para oknum aparat yang mengaku dapat memasukkan data penerima bantuan sosial.

Jika tidak diberi imbalan/potongan, oknum tersebut mengancam tidak akan mendapatkan bansos lagi. Praktik seperti ini banyak terjadi dalam penyelenggaraan bansos.

"Praktik penyelewengan bansos ini terjadi salah satu modusnya adalah ketidaksesuaian harga ditemukan dalam Bantuan Pangan Non Tunai," ungkapnya.

Ace Hasan menegaskan tindakan untuk memotong bansos atas dasar pemerataan juga tidak boleh dilakukan oleh RT/RW atau Kepala Desa.

"Letak persoalannya adalah pada akurasi data penerima bantuan itu. Jika memang bansos itu diberikan kepada pihak yang membutuhkan, tentu tak perlu dipotong untuk kepentingan yang lain," jelasnya.

Perlu ada sosialisasi kepada warga penerima bantuan sosial bahwa uang tersebut merupakan hak mereka. Tidak ada potong memotong oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan aparat untuk kepentingan apa pun. (H-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Debat Jalan Ataturk dan Pola Pikir yang Mandek

👤Bernando J Sujibto Dosen Prodi Sosiologi, FISHUM, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, peneliti isu-isu sosial-budaya Turki, menerjemahkan karya-karya Turki ke dalam bahasa Indonesia, buku terbaru Kitab Hitam Turki (2021) 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:00 WIB
RENCANA mengubah nama jalan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, menjadi Jalan Ataturk serentak menyedot kontroversi di tengah...
Ist

Pada AMME, RI Harapkan Berkontribusi Atasi Masalah Lingkungan Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Indonesia secara terhomat menjadi tuan rumah pada pertemuan 16th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment...
Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya