Senin 02 Agustus 2021, 10:56 WIB

Peneliti UGM Soroti Double Burden Masalah Infertilitas

Atalya Puspa | Humaniora
Peneliti UGM Soroti Double Burden Masalah Infertilitas

medcom.id
Ilustrasi menyambut kehadiran buah hati

 

MASALAH infertilitas bukan hanya soal kesehatan reproduksi. Lebih dari itu, infertilitas berdampak pada implikasi psikososial yang negatif. Hal itu diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Doktor Bidang Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyrakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Fitri Damayanti.

"Diketahui sebanyak 32,2% orang dengan infertilitas mengalami gangguan kejiwaan yaitu depresi 16,36% dan ansietas 16,36%," kata Fitri dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman resmi UGM, Senin (2/8).

Fitri menyatakan, dirinya melakukan survei pada 17 perempuan yang menjalani bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) di sejumlah klinik infertilitas di Indonesia. Selanjutnya, ada 214 partisipan infertilitas yang mengisi kuesioner FertiQoL online.

Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang alokasi anggaran atau biaya yang dibutuhkan untuk terhindar dari satu kasus infertilitas dari perspektif sosial dengan mengestimasi biaya langsung medis, biaya langsung nonmedis, biaya tidak langsung dan biaya nirwujud.

Menurut Fitri, dari hasil penelitian tersebut diketahui besaran biaya yang dikeluarkan untuk satu siklus program bayi tabung berdasarkan kelompok umur kurang dari 35 tahun dengan rata-rata biaya total Rp99 juta.

“Untuk kelompok usia 35-39 tahun sebesar Rp112 juta, dan usia di atas 40 tahun sebesar Rp109 juta,” kata Fitri.

Baca juga: Ada Dua Macam Infertilitas, Apa Saja?

Selanjutnya, kelompok infertilitas dibagi lagi dalam kelompok gangguan kesuburan wanita yang rata-rata harus mengeluarkan sebesar Rp94 juta dan gangguan kesuburan pria sebesar Rp110 juta. Sedangkan gangguan kesuburan pria dan wanita mengeluarkan biaya sebesar Rp114 juta.

“Sedangkan berdasarkan jenis metode yang digunakan, ada dua yaitu siklus semi natural sebesar Rp53 juta, injeksi hormon mengeluarkan biaya rata-rata lebih banyak, yaitu Rp110 juta,” paparnya.

Berdasarkan pemilihan fasilitas kesehatan yang dipilih oleh pasangan infertilitas terbagi menjadi dua yakni rumah sakit negeri dengan biaya rata-rata yang yang dikeluarkan sebesar Rp102 juta dan RS swasta sebesar Rp143 juta.

Dengan biaya yang mahal tersebut, Fitri menyatakan infertilitas menjadi double burden of disease karena pembiayaan yang tinggi dan menyebabkan pengeluaran katastropik serta beban psikologis bagi pasangan yang mengalami gangguan kesehatan reproduksi.

"Infertilitas merupakan kondisi dimana pasangan suami istri sulit mendapatkan keturunan. Gangguan kesehatan reproduksi ini hampir dialami oleh 22,3% pasangan dan merupakan suatu bagian yang harus menjadi perhatian. Namun, kurangnya informasi mengenai akses pelayanan dan kesiapan finansial menjadi salah satu hambatan pasangan infertilitas sehingga perlu mendapatkan penanganan sejak dini," ucapnya.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Tiga Holding BUMN Jasa Survei Mengedukasi Mahasiswa Tentang Standar Sistem Mutu  

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 17:03 WIB
Edukasi ini bertujuan untuk memberikan awareness atau pengenalan ISO yang khususnya terkait Sistem Manajemen Mutu pada ISO 9001:2015 kepada...
ANTARA

Inilah Syarat Jika Ingin Mendonorkan Darah, Salah Satunya Jangan Begadang

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 16:54 WIB
Ada sejumlah syarat yang perlu dipenuhi seseorang jika hendak mendonorkan darahnya, mulai dari kadar hemoglobin normal hingga larangan...
Antara

Nakes Diserang KKB, IDI Minta Jaminan Keamanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 17 September 2021, 16:23 WIB
PB IDI pun mengecam tindakan penyerangan oleh KKB terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya