Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sentuhan Teknologi Reproduksi: Lompatan Besar Industri Kuda Pacu Nasional

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 18:24
Sentuhan Teknologi Reproduksi: Lompatan Besar Industri Kuda Pacu Nasional
Ilustrasi--Para joki saling memacu kuda pada kejuaraan kuda tradisional di lapangan HM Hasan Gayo, Blang Bebangka, Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (30/8/2025).(ANTARA/Irwansyah Putra)

INDUSTRI peternakan kuda nasional tengah memasuki babak baru. Melalui integrasi teknologi reproduksi canggih, populasi dan kualitas kuda pacu di Indonesia mengalami transformasi signifikan. 

Fenomena tersebut dipaparkan Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof. drh. Amrozi, dalam Orasi Ilmiah yang digelar Sabtu (24/1).

Menurut Prof. Amrozi, lonjakan populasi kuda berkualitas ini mulai terlihat konsisten sejak 2006. Indikator keberhasilan yang paling nyata dapat disaksikan pada ajang bergengsi Indonesian Derby. Pertumbuhan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan memberikan dampak ekonomi positif bagi ekosistem olahraga berkuda nasional.

"Penyisihan untuk kelas paling hebat kudanya sudah mencapai empat race saat tahun 2025," ungkap Prof. Amrozi, menggambarkan ketatnya persaingan akibat melimpahnya kuda-kuda unggul.

MI/HO--Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof. drh. Amrozi

Keamanan dan Presisi Reproduksi

Keberhasilan ini diawali dengan penerapan ultrasonografi (USG) untuk memantau status reproduksi secara akurat. Penggunaan alat modern ini memungkinkan peternak menentukan waktu perkawinan yang tepat, sehingga menjamin akurasi kebuntingan.

Selain faktor akurasi, Prof. Amrozi menekankan pentingnya beralih ke teknik inseminasi buatan (IB) demi keselamatan hewan. Metode ini dinilai jauh lebih aman dibandingkan perkawinan alami yang berisiko tinggi bagi keselamatan kuda.

"Inseminasi buatan ini aman karena pejantan agresif kadang menyebabkan cedera atau bahkan meninggal," tambahnya.

Revolusi Transfer Embrio

Inovasi tidak berhenti di situ. Sejak 2022, kolaborasi antara IPB University melalui Unit Rehabilitasi Reproduksi dengan pihak swasta seperti Aragon Stable dan King Halim telah mengembangkan program Transfer Embrio. 

Teknologi ini menjadi solusi bagi pemilik kuda atlet yang ingin menjaga performa di lintasan tanpa kehilangan kesempatan memiliki keturunan.

"Kuda tetap bertanding tapi embrio diambil kemudian kita tanamkan di kuda yang lain," jelas Prof. Amrozi mengenai mekanisme teknis di laboratorium Assisted Reproductive Technology.

Langkah inovatif ini memungkinkan Indonesia melahirkan Kuda Pacu Indonesia, hasil persilangan hingga generasi ketujuh yang kualitasnya diakui setara dengan kuda papan atas luar negeri. 

Dampaknya pun sangat terasa di masyarakat, di mana terjadi peningkatan populasi kuda berkualitas hingga hampir 200%.

Keberlanjutan dan Kaderisasi

Sebagai penutup, Prof. Amrozi menyoroti pentingnya aspek sumber daya manusia dalam menjaga momentum pertumbuhan ini. Ia mendorong adanya kaderisasi dokter hewan yang mumpuni di bidang reproduksi kuda agar keahlian ini tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi tersebar di seluruh sentra kuda di Indonesia.

"Proses kaderisasi bagi pertumbuhan dokter hewan bidang kuda juga merupakan hal sangat penting," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya