Selasa 20 Juli 2021, 19:53 WIB

Vaksin Covid-19 Bermanfaat Mengurangi Angka Kesakitan dan Kematian

Mediaindonesia.com | Humaniora
Vaksin Covid-19 Bermanfaat Mengurangi Angka Kesakitan dan Kematian

Antara/M. Agung Rajasa
Tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Covid-19.

 

Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Budiman Bela mengatakan vaksin COVID-19 bermanfaat untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian.

"Yang jelas vaksin itu bisa mengurangi terjadinya sakit yang parah, dan bisa mengurangi terjadinya kematian," kata Budiman yang merupakan Ketua Tim Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia, di Jakarta, Selasa (20/7).

Ia menjelaskan, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan bekerja mempersiapkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi COVID-19 sehingga ketika virus COVID-19 masuk maka tubuh sudah mempunyai sistem kekebalan untuk melawan.

Selain itu, Budiman menuturkan meski orang yang sudah divaksinasi dengan vaksin COVID-19 masih berpeluang menyebarkan virus tapi tentu tidak selama periode menyebarkan virus oleh orang yang belum divaksin.

"Kalau orang yang belum divaksin itu, kecenderungannya akan relatif lebih lama periode menyebarkan virus di tubuhnya karena respon imunnya tidak cepat muncul," tuturnya.

Budiman mengatakan ada beberapa macam isi dari vaksin COVID-19 yang ada antara lain pertama mengandung virus lengkap yang sudah dimatikan, kedua mengandung sebagian dari protein virus atau komponen virus yang bisa menimbulkan reaksi kekebalan terhadap virus, dan ketiga mengandung materi genetik dari virus itu.

"Karena protein virus kan dianggap sebagai benda asing, tubuh kita akan bereaksi menimbulkan kekebalan, dan kekebalan inilah yang bisa melindungi kita kalau sewaktu-waktu kita terinfeksi virus," ujarnya.

Budiman menuturkan vaksin COVID-19 yang diberikan ke masyarakat sudah melalui pengujian-pengujian untuk memastikan keamanan dan efikasinya. Selain itu, vaksin tersebut juga harus sudah mendapatkan izin untuk penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

Hingga saat ini di Indonesia belum ada kasus orang meninggal setelah menjalani vaksinasi COVID-19. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar burung, informasi salah atau hoaks yang beredar terkait vaksin karena pemerintah tentunya memberikan vaksin yang sudah dijamin keamanan dan efikasinya untuk kepentingan kesehatan masyarakat. (Ant/OL-12)

Baca Juga

PUSPEN DAGRI

Mendagri akan undang Kepala Daerah Bahas Pembatalan PPKM Level 3

👤Putra Ananda 🕔Selasa 07 Desember 2021, 16:19 WIB
Menurut Tito, jumlah kasus covid-19 di Tanah air yang semakin melandai menjadi pertimbangan pemerintah untuk membatalkan penerapan PPKM...
DOK KEMENSOS

Kemensos Raih Penghargaan Penerapan Sistem Merit ASN dengan Kategori 'Sangat Baik'

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 15:50 WIB
Kepada seluruh jajaran pegawai Kemensos, Harry berpesan agar penghargaan ini tidak menjadikan berpuas...
MI/Bary Fathahilah

Pemerintah tak Gunakan Istilah PPKM Level 3 untuk Nataru

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 07 Desember 2021, 15:47 WIB
berdasarkan hasil rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Senin (6/12) di Istana Negara, Jakarta, akan diatur secara spesifik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya