Minggu 18 Juli 2021, 17:52 WIB

Didukung Singapura, Pendidik PAUD Jawa Barat Ikuti Peningkatan Kompentensi

mediaindonesia.com | Humaniora
Didukung Singapura, Pendidik PAUD Jawa Barat Ikuti Peningkatan Kompentensi

Ist
Pelatihan dalam Program Pendidikan Anak Usia Dini digelar Singapore International Foundation (SIF) dan IGTKI Jabar dan SUSS.

 

COBA minta anak usia TK/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membentuk rumah dari susunan balok. Apakah ada yang bentuknya terlihat ‘aneh’? Sebaiknya jangan buru-buru ‘disalahkan’, sebab karya tersebut merupakan hasil kreativitas dia.

Alih-alih menegur, coba tanyakan mengapa bentuknya demikian. Bisa jadi ada alasan khusus mengapa anak berkreasi seperti itu.

Pun demikian ketika kita menyapa, “Apa kabar anak-anak?”. Jangan meminta mereka serempak menjawab,“Baik, sehat, luar biasa!”. Sebab, bisa jadi, di antara anak-anak tersebut ada yang sedang sedih, atau marah, biarkan dia mengekspresikan emosi dan pemikirannya .

Bagaimana pula saat menghadapi anak-anak yang berkelahi? Setelah melerai, jangan buru-buru kasih nasihat. Wejangan apa pun tidak bakal terserap. Sebab, anak masih diliputi amarah dan kekesalan. Baiknya, bantu membuat mereka tenang lebih dulu. Setelah kondisi lebih kondusif, barulah kita bisa membahas permasalahan yang ada.

Itulah beberapa catatan Rina Eliyanti, Guru TK Yos Sudarso, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, usai mengikuti pelatihan dalam Program Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education/ECE Project) yang digelar Singapore International Foundation (SIF) bersama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Jawa Barat dan Singapore University of Social Sciences (SUSS).

“Banyak manfaat yang saya rasakan dari pelatihan ini. Materinya sangat bermanfaat untuk bekal saya dalam mengajar, para mentornya juga luar biasa,” ujar Rina, baru-baru ini.

ECE Project merupakan inisiatif pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan yang telah berlangsung selama dua tahun.

ECE Project yang diluncurkan pada 2019 ini berupaya meningkatkan kemampuan para pendidik anak usia dini di Provinsi Jawa Barat, terutama Kota Bandung.

Program tersebut berfokus pada penguatan interaksi antara guru dan anak-anak, merancang lingkungan belajar yang kondusif, serta membuka iklim kolaboratif antara para guru dan keluarga anak-anak peserta didik.

Dr G Kaveri, seorang dosen ECE di SUSS, memimpin tim Singapore International Volunteers (SIV) yang terdiri dari anggota fakultas ECE Project lainnya.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, tim Singapore International Volunteers (SIVs) melakukan perjalanan ke Bandung untuk melakukan workshop pelatihan secara tatap muka.

Ketika pembatasan perjalanan diterapkan, SIV dan peserta melakukan kegiatan pelatihan mereka secara online, mereka menyelesaikan serangkaian training-of-trainers workshop dan simposium.

"Meski dilakukan secara online, semangat para peserta tak surut. “Karena workshop-nya seru. Tak hanya itu, kami juga bisa mengakses materi kapan pun karena tersedia di Google Classroom,” kata  Rina.

Hal senada disampaikan Novi Andriyati, peserta program dan seorang guru TK Putra III di Kota Banjar, Jawa Barat. "Pelatihan yang saya terima dari ECE Project yang diadakan oleh SIF sangatlah bermanfaat," katanya.

"Setelah menerapkan teknik pengajaran baru selama sesi mendongeng, anak-anak sekarang lebih fokus dan penasaran. Mereka dapat mengembangkan cerita mereka sendiri, berpikir kritis, dan memberikan pendapat mereka berdasarkan pengalaman dan logika mereka sendiri," tuturnya.

"Kelas membaca kini lebih interaktif dengan meningkatnya dialog antara guru dan anak-anak. Saya juga menerima pesan dari orangtua bahwa mereka telah melihat perubahan positif pada anak-anak mereka di rumah,” papar Novi.

Ketua IGTKI Jawa Barat, Renni Kusnaeni, mengungkapkan, pihaknya senang dapat bermitra dengan SIF dan SUSS untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Jawa Barat.

“Program ini tidak hanya akan berdampak positif pada anak-anak, tetapi juga bermanfaat bagi para pendidik terlatih yang ingin membagikan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh melalui workshop kepada rekan-rekan mereka," jelasnya.

"Saya yakin apa yang telah kita pelajari dapat menghasilkan terobosan baru dalam dunia pendidikan anak usia dini, terutama dalam manajemen kelas dan adaptasi 'new normal'," tutur Renni.

Pada akhir program ECE Project, 61 praktisi guru TK Indonesia telah dilatih sebagai Master Trainer. Setelah dibekali dengan strategi pelatihan khusus dan keterampilan penilaian, para Master Trainer ini kemudian melatih 300 guru lain dari 51 taman kanak-kanak, sehingga menciptakan dampak berkelanjutan yang lebih luas.

Secara keseluruhan, program ini memberikan manfaat kepada lebih dari 11.000 anggota komunitas Indonesia, termasuk siswa, orang tua, dan pengasuh.

ECE Project juga mengembangkan dan mengimplementasikan repositori atau media penyimpanan/arsip sebagai sumber daya yang dapat diakses oleh para guru TK yang tergabung dalam IGTKI Jawa Barat.

Repositori tersebut saat ini mengoleksi setidaknya 150 buku cerita cetak, serta buku cerita digital dan materi pengajaran digital yang di-hosting di Google Classroom.

Jean Tan, SIF Executive Director mengatakan, "Kami tergugah dengan hasil kolaborasi yang didorong oleh dedikasi para pendidik anak usia dini dari Singapura dan Indonesia ini."

"Hasil kesuksesan program ini memperlihatkan kebaikan dapat terjadi ketika masyarakat bersatu untuk berkolaborasi dan mendorong perubahan positif. Kami menantikan lebih banyak tahun persahabatan dan kolaborasi yang bermakna di Indonesi," ucap Jean Tan. 

SIV and Associate Professor Sirene May-Yin Lim, Vice Dean and Programme Head (Early Childhood), SUSS menambahkan, "Kami beruntung dapat membagikan pengalaman dan perspektif kami dengan rekan-rekan di Indonesia melalui program ini."

"Kami berterima kasih kepada tuan rumah dan para peserta dari Indonesia yang telah antusias, hangat, serta terlibat aktif sepanjang program berlangsung. Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi kita ditahun-tahun yang akan datang," kata Sirene May-Yin Lim.

ECE Project menandai tonggak sejarah lain dalam persahabatan 29 tahun antara SIF dan Indonesia.

Sejak 1992, SIF telah menyatukan komunitas Singapura dan Indonesia untuk memajukan kehidupan dan membangun persahabatan yang abadi melalui lebih dari 100 inisiatif dalam perawatan kesehatan, pendidikan, dan baru-baru ini, dalam seni dan kewirausahaan sosial. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahdi S

Menteri LHK Jelaskan Pengakhiran Kerja Sama REDD+ Indonesia-Norwegia

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 22 September 2021, 12:55 WIB
Pengakhiran tersebut, lanjut Siti, disepakati karena sejak Mei 2020 hingga saat ini Indonesia dan Norwegia tidak bisa menemukan hal-hal...
pelajaran.co.id

Apa yang Dimaksud dengan Hewan Vertebrata?

👤Anggi Putri Lestari 🕔Rabu 22 September 2021, 12:16 WIB
Hewan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang...
iucn-seahorse.org

Mari Mengenal Hewan Ovovivipar

👤Anggi Putri Lestari 🕔Rabu 22 September 2021, 12:10 WIB
Hewan ovovivipar berkembang biak dengan cara bertelur dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya