Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Aman

Atalya Puspa
18/7/2021 04:25
Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Aman
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

KEMENTERIAN Kesehatan memastikan bahwa stok vaksin aman terkendali dan dapat mencukupi untuk mencapai target cakupan vaksinasi di Indonesia.

"Kita akan mendapatkan kedatangan bahan baku yang cukup 30 juta dosis vaksin pada Agustus," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (17/7).

Dante mengungkapkan, pihaknya akan mempercepat proses vaksinasi di sejumlah daerah dengan memperpendek stok vaksin yang ada di Indonesia. Dante menyebut dari 73,7 dosis vaksin yang telah terdistribusi ke seluruh Indonesia, sebanyak 50 juta dosis telah disuntikkan, dan sisanya masih berproses untuk disuntikkan kepada penerima vaksin di berbagai daerah.

Sejumlah daerah mengeluhkan kekosongan stok vaksin covid-19. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa masalah kekosongan vaksin tersebut disebabkan karena proses distribusi yang membutuhkan waktu.

"Ini karena belum terdistribusi," kata Wiku saat dikonfirmasi.

Ia menyatakan, datangnya vaksin secara bertahap membuat proses distribusi akan sedikit memakan waktu, sehingga sejumlah daerah tidak lagi memiliki stok. Namun demikian, ia memastikan agar pemerintah terus mempercepat distribusi vaksin ke daerah-daerah agar program vaksinasi nasional berjalan lancar.

Baca juga: Presiden Ingin Tingkatkan Jumlah Vaksinasi Hingga Tiga Juta

"Ditingkatkan distribusi dan kecukupannya di daerah," pungkas Wiku.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, selama seminggu terakhir, Holding BUMN Farmasi telah menerima sebanyak 22,9 juta dosis baik dari jalur multilateral maupun bilateral.

“Selama seminggu ini, kami menerima tambahan persediaan vaksin Covid-19 sebanyak 22,9 juta dosis. Jumlah ini akan didistribusikan dan diperuntukan sesuai arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI. Untuk saat ini keseluruhan vaksin - vaksin tersebut akan disimpan dulu di gudang penyimpanan Bio Farma untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak internal Bio Farma maupun oleh Badan POM. Dan khusus untuk vaksin Covid-19 dari Sinopharm, akan disimpan di gudang anggota Holding BUMN Farmasi, yaitu Kimia Farma yang juga akan melewati proses yang sama dengan vaksin yang tiba di Bio Farma sebelum didistribusikan”, ungkap Bambang.

Bambang juga menambahkan, proses fill and finish produk vaksin Covid-19, masih terus berjalan, terhitung sampai dengan tanggal 15 Juli 2021, Bio Farma telah berhasil memproduksi sebanyak 84,6 juta dosis, dimana 65,8 juta diantaranya sudah mendapatkan lot release dari Badan POM, dan sisanya sebanyak 18,7 juta dosis menunggu lot release dari Badan POM.

Untuk vaksin Covid-19 yang sudah terdistribusi, secara akumulasi sebanyak 73,7 juta dosis, terdiri dari vaksin AstraZeneca dari Covax Facility sebanyak 8,2 juta dosis, CoronaVac sebanyak 3 juta dosis dan Covid-19 sebanyak 62,5 juta dosis.

Sebagai informasi, hingga Sabtu (17/7) terdapat 41.268.627 orang yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi pertama atau baru sekitar 19,82% dari target sasaran. Adapun 16.217.855 orang telah mendapatkan suntikan kedua atau baru 7,79% dari target sasaran. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya