Senin 05 Juli 2021, 20:45 WIB

Pakai Data NASA, Luhut: Penurunan Mobilitas PPKM Darurat Belum Sesuai Target

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Pakai Data NASA, Luhut: Penurunan Mobilitas PPKM Darurat Belum Sesuai Target

MI/ANDRI WIDIYANTO
Kendaraan taktis disiapkan untuk mengamankan pos penyekatan di jalan Raya Bogor, Jakarta, hari ini

 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penurunan mobilitas di Jawa masih terpantau minim.

Hal itu diketahui saat mengevaluasi mobilisasi warga saat PPKM darurat hari ke-2 di wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Seribu, Banten, dan Jawa Barat. Mobilisasi warga dipantau melalui Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light dari NASA atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

“Kalau kita lihat di Kep. Seribu dan Jakarta semua sudah merah (penularan covid-19). Paling tinggi di Jakarta Selatan untuk indeks penurunannya. Sisanya masih di 17%, ini juga semua baru penurunan untuk alpha, belum delta,” jelas Luhut, Senin (5/7).

Berdasarkan analisis, dibutuhkan sekitar penurunan mobilitas warga sebesar -30% untuk covid-19 varian alpha dan -50% untuk varian delta agar jumlah kasus covid-19 di wilayah tersebut dapat menurun.

Luhut memerintahkan agar semua pihak jajaran K/L, kepala daerah dan aparat dapat fokus mengejar target mobilisasi warga turun hingga -50%. Diharapkan saat akhir masa PPKM Darurat ini dapat mengalami perubahan yang signifikan.

Menko Marves berharap agar Polri atau pihak yang berwenang dapat melakukan penyekatan mobilitas serta kepada seluruh pihak dapat memastikan implementasi PPKM darurat berjalan dengan baik.

“Jangan diberikan pengecualian, di luar sektor kritikal dan esensial, ataupun untuk pelayanan public,” tegasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, bahwa seluruh pihak perlu memperkuat strategi yang dianjurkan WHO, yakni protokol kesehatan, testing, tracing, isolasi, perawatan dan vaksinasi.

Baca juga: Tidak Hanya PPKM Darurat, Pemerintah Terbitkan PPKM Mikro Ketat

"Indonesia masih lemah pada dua aspek utama, yaitu protokol kesehatan dan 3T (testing, tracing, treatment), termasuk isolasi,” ungkap Budi.

Kemenko Marves mencatat, kondisi Wilayah DKI Jakarta dalam Indeks mobilitas secara keseluruhan pada Minggu (4/7) mencapai -18,6% yang diperoleh dari Google Mobility sebesar -22,5% dan Facebook Mobility sebesar -15,7%. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 1.406 dari 7.817 orang.

Digambarkan di wilayah Kep. Seribu penurunan mobilitas mencapai -17,3%, Jakarta Barat sebesar -18,3%, Jakarta Pusat sebesar -17,0%, Jakarta Selatan sebesar -23,6%, Jakarta Timur sebesar -17,8%, dan Jakarta Utara sebesar -17,4%.

Angka ini dikatakan belum mencapai target pemerintah untuk dapat menurunkan mobilitas warga yang ditargetkan pada angka -30% hingga -50%.

Untuk kondisi Wilayah Banten, indeks mobilitas di provinsi Banten secara keseluruhan pada Minggu (4/7/2021) mencapai -21,6% yang diperoleh dari Google Mobility sebesar -18,5% dan Facebook Mobility sebesar -13,3%. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 2.636 dari 7.243 orang.

Digambarkan di wilayah kota Cilegon penurunan mobilitas mencapai -15,9%, kota Serang sebesar -20,0%, kota Tangerang sebesar -24,7%, kota Tangerang Selatan sebesar -31,0%, Lebak sebesar -17,7%, Serang sebesar -18,2%, dan Tangerang sebesar -23,5%.

Kondisi Wilayah Jawa Barat, indeks mobilitas di provinsi Jawa Barat secara keseluruhan pada Minggu (4/7/2021) mencapai -17,8% yang diperoleh dari Google Mobility sebesar -19,8% dan Facebook Mobility sebesar -15,6%. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 11.760 dari 21.646 orang. (OL-4)

Baca Juga

MI/Adam Dwi.

Enam Peserta Beasiswa OSC Medcom.id Lolos ke Esa Unggul

👤Ilham Pratama Putra 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:18 WIB
Heriyanti belum membocorkan enam nama yang nanti berhak mendapatkan beasiswa OSC Medcom.id...
Dok. UT/Istimewa

Tingkatkan Mutu SDM, UT Bekerjasama dengan Pemda Nias Barat

👤HUMANIORA 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:15 WIB
Pandemi telah membuka mata masyarakat bahwa UT yang paling fleksibel melayani masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dengan...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kemendikbudristek : Kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:10 WIB
Sekolah menerapkan Kurikulum 2013. Pada saat pandemi 2020-2021, sekolah dapat menggunakan kurikulum 2013 maupun kurikulum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya