Kamis 28 April 2022, 11:42 WIB

Kemenkop UKM Usulkan BPUM Kembali Dilanjutkan Tahun Ini

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kemenkop UKM Usulkan BPUM Kembali Dilanjutkan Tahun Ini

NTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menjemur kerupuk putih di sentra pembuatan kerupuk di Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/10) lalu.

 

Salah satu bentuk Program PEN yang terbukti memiliki manfaat nyata bagi pelaku UMKM ialah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Program ini merupakan bantuan pemerintah dalam bentuk uang yang diberikan kepada pelaku usaha mikro yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini juga terlihat dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM secara mandiri, maupun penelitian yang dilakukan bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang menunjukan bahwa program BPUM sangat bermanfaat dan dirasakan oleh pelaku usaha mikro dalam mempertahankan dan meningkatkan usahanya di masa pandemi covid-19.

Berkaitan dengan belum berakhirnya pandemi covid-19, Deputi Bidang Usaha Mikro Eddy Satriya mengatakan bahwa Kemenkop UKM akan melanjutkan program BPUM pada tahun 2022.

"Rencana tersebut telah diajukan oleh Menteri Koperasi dan UKM kepada Menteri Keuangan guna dibahas lebih lanjut untuk dimasukkan ke dalam program PEN," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (28/4).

Berdasarkan informasi sementara, program BPUM tahun 2022 direncakan akan menyasar 12,8 juta pelaku usaha mikro dengan nilai bantuan Rp600.000 untuk setiap pelaku usaha mikro.

Apabila program tersebut dijalankan kembali oleh pemerintah, diharapkan partisipasi optimal seluruh dinas yang membidangi koperasi dan UMKM untuk menyampaikan data yang akurat.

"Dan bagi para pelaku usaha mikro dapat menggunakan dana BPUM secara maksimal untuk usahanya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kondisi perekonomian karena kita ketahui bersama kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia cukup tinggi," tegas Eddy.

Dalam rangka mengantisipasi pelaksanaan BPUM tahun 2022, Eddy sendiri telah menyiapkan perbaikan aturan pengusulan dan penyaluran sesuai hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan BPUM tahun 2021 dan masukan dari semua stakeholder.

Perlu diketahui, program BPUM bertujuan untuk menstimulasi usaha mikro yang menurun dan memulai kembali usaha yang berhenti akibat pandemi. Dengan demikian, perekonomian masyarakat dan perekonomian nasional diharapkan akan menggeliat kembali.

Program BPUM telah berjalan sejak Agustus tahun 2020 dan dilanjutkan kembali untuk tahun anggaran 2021. Pada tahun 2021 jumlah penerima BPUM berjumlah 12,8 juta penerima dengan nominal sebesar Rp1,2 juta per penerima. (OL-12)

Baca Juga

medcom.id

Mengenal Tugas, Fungsi, dan Gaji untuk Bagian Manajemen Pemasaran 

👤Pierre Lavender 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:57 WIB
Manajemen pemasaran (marketing management) harus diperhatikan oleh sebuah organisasi atau perusahaan karena berkontribusi banyak untuk...
Ist

Langkah Menko Airlangga Tangani PMK, Wujud Negara Hadir

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengganti rugi bagi para peternak atas sapi-sapi yang terkena wabah PMK dapat respon...
Dok.Ist

Subsidi Tepat Sasaran Atasi Gejolak Harga Minyak Tinggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:58 WIB
Pendistribusian subsidi (BBM)  tidak boleh lagi serampangan. Perbaikan data demi memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran jadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya