Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk terus bersuara kepada pemerintah agar bisa memperhatikan aspek perlindungan anak. Pasalnya, di tengah lojakan kasus Covid-19 saat ini, testing pada anak masih sangat rendah dan tidak merata.
"Inilah ranah KPAI dan KPAI harus bersuara keras sekali bahwa anak Indonesia ini ke depannya bagaimana? Karena anak Indonesia inilah yang akan memimpin negara ini," ungkap Ketua IDAI Aman B. Pulungan dalam live Intagram di @idai_ig.
Dia mengatakan bahwa kasus Covid-19 pada anak mencapai 12,5%. Namun angka tersebut diprediksi lebih tinggi lantaran testing yang rendah. Hanya DKI, DIY, Sumatera Barat yang berhasil mencapai standar WHO, 1 per 1000 orang di-tes per minggu.
Selain itu, dia menilai bahwa testing Covid-19 pada anak pun terkesan diirit-irit. Misalnya hanya menggunakan antigen saja.
"Tingkat positivitas masih tinggi di beberapa daerah. Yang lain-lain itu tidak sesuai dan testing ini diirit-irit, hanya antigen tidak di-PCR," imbuhnya.
Aman meminta agar testing pada anak harus ditingkatkan mengingat potensi terinfeksi virus juga tinggi. Apalagi saat ini ada varian Delta yang terbukti menimbulkan gejala berat pada usia yang lebih muda.
Begitu juga dengan adanya vaksin untuk anak, lanjutnya, bisa jadi momentum untuk memperkuat perlindungan pada anak Indonesia. Dinas-dinas kesehatan di daerah diharapkan serius memperhatikan vaksin pada anak.
Anak merupakan human capital yang akan menentukan masa depan bangsa. Bila testing masih rendah dan vaksinasi pun masih jauh maka akan ada dampak-dampan seperti lost of generation di masa yang akan datang. Potensi long covid pun menjadi ancaman.
"Kita tidak tau dia long covid karena tidak ditesting pada saat dia sakit dia hanya di antigen, antigennya negatif. KPAI harus berusara keras tentang ini," kata dia.
"Untuk saat ini sampai dengan selesai PPKM Darurat anak kembali ke sekolah, pergi ke kerumunan, tempat umum, jangan dulu!" tandasnya.(van/OL-09)
Seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah.
KPAI mendorong penerapan tiga pilar utama dalam pemulihan trauma anak di wilayah terdampak bencana. Pilar pertama adalah trauma healing berbasis resiliensi ekologis (eco-healing).
KONTEN bertajuk 'Sewa Pacar 1 Jam' buatan konten kreator berinisial SL, warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berbuntut panjang.
Kasus pengeroyokan terhadap Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, oleh sejumlah siswa yang berujung laporan ke Polda Jambi mendapat perhatian dari KPAI.
Program ini dinilai strategis, namun membutuhkan penguatan tata kelola dan keamanan pangan.
KPAI juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved