Jumat 02 Juli 2021, 15:48 WIB

POGI Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Diberikan pada Ibu Hamil

Ferdian Ananda | Humaniora
POGI Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Diberikan pada Ibu Hamil

ANTARA/Puspa Perwitasari
Sejumlah ibu hamil dan menyusui mengikuti sosialisasi vaksinasi covid-19 di Agats, Asmat, Papua, Kamis (1/7/2021).

 

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) merekomendasikan pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada ibu hamil. Terlebih kasus covid-19 pada ibu hamil dalam beberapa pekan.

Sekretaris Jenderal POGI Budi Wiweko mengatakan pihaknya sebagai organisasi profesi mengacu pada data pada animals study dan juga data trailing refunding pada vaksin-vaksin berbasis mRNA maupun non-live virus cukup aman diberikan kepada ibu hamil.

"Kita melakukan analogi, tentunya pada comparable effect pada vaksin yang sudah biasa diberikan pada ibu hamil, yakni mengandung pada non-live virus seperti vaksin influenza, terbukti aman," kata Budi Wiweko dalam keterangan pers secara virtual Jumat (2/7).

Baca juga: NasDem: Pastikan Bansos Masyarakat Terdampak PPKM Darurat Tepat Sasaran

Dia menyebut vaksin covid-19 dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Sinovac, maupun Sinopharm bisa menjadi pilihan untuk memvaksinasi ibu hamil.

"POGI merekomendasikan untuk vaksinasi Ccovid-19 bisa diberikan pada ibu hamil di bawah pengawasan dokter," sebutnya.

Apalagi vaksinasi covid-19 pada ibu hamil juga dapat memberi kekebalan pada janin. Namun, tentunya rekomendasi vaksin itu diberikan di atas 12 minggu dan 13 minggu untuk menghindari resiko terhadap organogenesis.

"Secara teori seperti itu. Antibodi yang dihasilkan pada ibu itu bisa ditransmisikan kepada janin melalui plasenta, sehingga diharapkan vaksin itu tidak hanya memberikan perlindungan kepada ibu tetapi juga janin," jelasnya .

Sementara itu, Ketua Umum POGI Dr Ari Kusuma Januarto, memastikan sesuai dengan rekomendasi pada ibu hamil yang diberikan POGI tentunya dapat dilakukan berdasarkan literatur. Bahkan Amerika Serikat dan Inggris sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin covid-19 pada ibu hamil.

Baca juga: Epidemiolog UI: Waktu 2 Pekan untuk PPKM Darurat tidak Efektif

"Walaupun kita tahu penelitian pada ibu hamil masih dilakukan, tapi kita lebih siap pada benefitnya. Varian vaksinasi ini tentunya harus melewati suatu konseling yang tentang keamana, efektivitas dan segala macam dan juga melakukan pengawasan oleh dokter maupun bidan," sebutnya.

Dia berharap ibu hamil yang berisiko, seperti komorbid, obesitas, mempunyai resiko tinggi usia diatas 34 tahun dan anak banyak dapat dilindungi dengan vaksinasi.

"Kita sampaikan bahwa data-data kita sangat membutuhkan, Jadi mohon juga nanti kita menghimbau kepada semua institusi yang melakukan vaksinasi untuk memberikan data-data tentang vaksin ibu hamil," pungkasnya.

Diketahui sejak April 2020 sampai April 2021 setidaknya 536 ibu hamil yang tertular covid-19 dan 51,9 % di antaranya tidak mengalami gejala sakit. (H-3)

Baca Juga

Dok Pribadi

Habis Kunker, Erick Thohir Langsung Jenguk Dorce Gamalama di RS Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 20:52 WIB
"Ketika mendengar kabar ini, saya langsung menjenguk sekaligus memastikan pelayanan terhadapnya berjalan baik," ujar...
DOK. Polda NTT

Satgas Sebut Daerah yang Tidak Patuhi Prokes Terus Bertambah

👤 Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 20:00 WIB
Penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten mutlak dibutuhkan di tengah peningkatan mobilitas penduduk, agar tidak terjadi...
Dok Geber Donor Darah

Keberatan Tes PCR Pada Penumpang Pesawat Akan Direspons dalam Pengumuman PPKM

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:31 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan akomodatif terhadap keberatan sejumlah pihak tentang kewajiban tes PCR bagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya