Selasa 22 Juni 2021, 15:15 WIB

Dukung Produk Pangan, Badan POM Dampingi UMKM

Faustinus Nua | Humaniora
Dukung Produk Pangan, Badan POM Dampingi UMKM

Antara
Kepala Badan POM Penny K Lukito.

 

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mendukung pengembangan produk pengolahan pangan nasional dengan memberi pendampingan kepada para pelaku UMKM. Hal itu sejalan dengan program Indonesia Spice Up The World dari Kemko Maritim dan Investasi yang didukung Kementerian Koperasi dan UKM.

"Pada intinya ada beberapa kegiatan yang kami lakukan untuk mendukung UMKM, secara umum meningkatkan daya saing dan perkuatan branding dari bumbu atau pangan olahan dari rempah Indonesia," ungkap Kepala Badan POM Penny K. Lukito dalam Launching Badan POM untuk UMKM Pangan Menuju Indonesia Spice Up The World, Selasa (22/6).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya mendampingi UMKM pangan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan aman sesuai standar Badan POM. Sehingga bisa memperoleh izin edar atau sertifikasi produk.

Program pendampingan bagi produsen bumbu khususnya sudah berjalan sejak 1 Mei 2021. Tercatat 92 pelaku usah sudah didampinhi dan 30 diantaranya mendapat nomor ijin edar. Sementara 35 pelaku usaha memasuki tahap GNP untuk mendapatkan cara produksi pangan olahan yang baik dan 27 pelaku usaha untuk mengekspor produknya ke luar negeri.

"Untuk ekspor Badan POM memberi kemudahan izin ekspor, percepatan pemberian setifikan dan surat lain itu akan difasilitasi," imbuhnya.

Langkah Badan POM tersebut lanjutnya, juga merupakan implementasi dari UU Cipta Kerja. Pihaknya tidak hanya menunggu pelaku UMKM mengajukan izin tetapi memberi pendampingan, sehingga percepatan izin bisa dijamin kulaitas dan keamanannya.

Dukungan pendampingan kepada pelaku UMKM juga didasari pada peran sektor tersebut sebagai tulang punggung ekonomi di masa pandemi. Apalagi untuk sektor pangan, produsen UMKM yang terdaftar di Badan POM mencapai 75%.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi dukungan Badan POM. Pemberian izin merupakan syarat penting bagi pelaku usah untuk tetap eksis dan dipercaya konsumen.

"Izin edar Badan POM sebagai tolok ukur masayarakat untuk memilih produk. Ini sangat dibutuhkan UMKM terutama dalam pemasaran dan menjadi pengungkit daya saing produk baik lokal maupun internasional," ujarnya.

Sektor UMKM memiliki kontribusi besar selama pandemi ini. Dan sektor pangan olahan merupakan kebutuhan pokok yang harus terus tumbuh.

Berdasarkan data BPS 51,2% UMKM di Indonesia bergerak di sektor pangan. Pada triwulan kedua tahun lalu kontribusi sektor pertanian terhadap PDB naik 15,46% atau senilai Rp570 triliun. Ini menjadi terbesar kedua setelah industri pengolahan, sementara sektor lainnya justru negatif.

"Mungkin sampai akhir tahun dan tahun depan pun kita akan sangat bergantung pada sektor ini," tandasnya.(H-2)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Kemenkes Pastikan Vaksinasi Booster Hanya untuk Nakes

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:58 WIB
"Diperkirakan jumlahnya ada sekitar 1,5 juta orang, yang tersebar di seluruh...
ANTARA/Fauzan

Indonesia akan Terima Tambahan 45 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Agustus

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:13 WIB
"Ada vaksin Sinovac 35 juta dosis, AstraZeneca 6 juta dosis, dan Pfizer 3-5 juta...
MI/Susanto

Gen Z Lebih Pede Setelah Divaksin di NasDem

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 02 Agustus 2021, 08:49 WIB
"Remaja-remaja saya lihat pada lompat girang waktu dapat lembar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya