Rabu 02 Juni 2021, 16:45 WIB

Sandiaga Angkat Tempe Jadi Bagian Diplomasi RI

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Sandiaga Angkat Tempe Jadi Bagian Diplomasi RI

Antara
Pekerja memproduksi tempe dari bahan kedelai  di Desa Selo, Kendal, Jawa Tengah.

 

KULINER khas Indonesia, tempe, sudah diajukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai warisan budaya dunia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2022.

Upaya tersebut sebagai langkah pemerintah dalam mempromosikan produk kuliner nusantara ke kancah global. Layaknya rendang yang diketahui sudah mendunia. Tempe pun akan diangkat menjadi salah satu diplomasi gastronomi Indonesia. Tujuannya, mendorong lebih banyak orang di seluruh dunia untuk memakan kuliner tersebut.

Baca juga: Peneliti Indef: Kedelai Masih Rentan Alami Kenaikan Harga

"Tempe akan menyusul sebagai bagian garstro diplomosi dan gastronomi berbasis ekonomi. Harapannya, kami bawa tempe untuk promosi kuliner di dunia internasional, yang menyusul rendang," jelas Sandiaga dalam press briefing secara virtual, Rabu (2/6).

Untuk mewujudkan program tersebut, Kemenparekraf memastikan kesiapan tempe dari segi suplai dan kualitas di pasar. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan K/L terkait, seperti Kementerian Perdagangan, untuk memastikan harga dan stok tempe terjaga.

"Tempe sebagai warisan budaya dunia akan terus kami kembangkan dengan K/L. Tim teknis ada di Kementerian Perdagangan untuk memastikan kesiapan tempe dari segi suplai dan kualiatas di pasar," imbuh Sandiaga.

Baca juga: Harga Kacang Kedelai Meroket, Perajin Tahu Tempe NTT Sekarat

Sebelum mendaftarkan tempe sebagai warisan budaya dunia, lanjut dia, tempe telah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional di Indonesia. Kemenparekraf juga mengusulkan tempe dalam kegiatan roadshow promosi pariwisata dan kuliner internasional.

Sandiaga pun mengajak unsur pentahelix, seperti UMKM atau pengusaha tempe, institusi pendidikan, serta industri digital, untuk membantu pemasaran tempe.(OL-11)
 

 

 

Baca Juga

Dok.Kementerian Kesehatan

Hindari Penyakit Keturunan Talasemia dengan Deteksi Dini

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 19 Mei 2022, 07:20 WIB
Deteksi dini bertujuan mengidentifikasi pembawa sifat talasemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa...
Dok. UGM

Spirit Kolaborasi dan Kerelawanan

👤*/Hym/X-6 🕔Kamis 19 Mei 2022, 07:15 WIB
PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi kelahiran Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi)...
Dok. UGM

Gebrakan UGM dan Japelidi Memperkuat Literasi Digital

👤Novi Kurnia 🕔Kamis 19 Mei 2022, 07:10 WIB
Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin komunitas mengenai literasi digital untuk memperkuat kecakapan digital masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya