Minggu 30 Mei 2021, 15:45 WIB

IDI Dorong Kolaborasi Pengembangan Jamu untuk Medis

Humaniora | Humaniora
IDI Dorong Kolaborasi Pengembangan Jamu untuk Medis

ANTARA/FENY SELLY
Produk jamu racikan pada lomba minuman tradisional dari tanaman obat keluarga di Rumah Dinas Walikota Palembang,Sumsel, Selasa (17/11/2020).

 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendorong terjalinnya kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dengan Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) untuk mengembangkan saintifikasi jamu.

"Badan POM sebagai pihak yang memiliki otoritas di masalah obat termasuk jamu, kami tunggu arahan. IDI melalui lembaga riset, PDPOTJI bersama mengembangkan jamu. Kami di IDI masih bisa meresepkan jamu kalau sudah kualitas obat," kata Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih dalam "Online Talk Show Spesial Hari Jamu 2021", Minggu (30/5).

Baca juga: Tim Reaksi Cepat BNPB Dampingi Pemda Tangani Banjir Musi Rawas

Daeng mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan tumbuhan-tumbuhan termasuk bahan obat yang perlu didorong untuk dikembangkan sehingga bisa masuk dalam resep dokter.

"Kami yakin di Indonesia, tumbuh-tumbuhan, bahan obat besar sekali (potensinya), sayang sekali kalau tidak kita dorong untuk dikembangkan menjadi obat atau jamu yang bisa digunakan dokter," kata dia.

Menurut dia, kolaborasi yang nantinya terwujud bisa menjadi pekerjaan yang luar biasa untuk bangsa Indonesia.

"Badan POM sebagai pengayom, IDI melalui lembaga riset dan PDPOTJI untuk melakukan pengembangan jamu yang bisa dimanfaatkan dokter yang berkualitas obat dengan riset-riset saintifikasi. Kalau ini dikerjakan sepertinya pekerjaan yang luar biasa untuk bangsa," tutur Daeng.

Dalam kesempatan itu Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani, menyambut baik ajakan kolaborasi ini.

Dia mengatakan, Badan POM terus berkomitmen terus melakukan pengawalan dalam pengembangan herbal mengingat memiliki potensinya yang besar Indonesia.

"Badan POM berkomitmen untuk pengawalan riset dengan melakukan pendampingan regulatori bagi para peneliti dan pelaku usaha sejak penyusunan protokol uji klinis, pra-klinis hingga pelaksanaan uji klinis melalui workshop dan beberapa penyederhanaan proses, mengedepankan aspek keamanan, manfaat, dan mutu," kata Reri.

Menurut Reri, uji klinis penting untuk memperoleh data klinik yang valid dan kredibel sehingga obat tradisional dapat sukses menjadi bentuk fitofarmaka yang berkualitas, berkhasiat, dan diharapkan bisa masuk ke dalam JKN.

Badan POM belum lama ini diminta Kementerian Kesehatan menjadi tim dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS) penyusunan obat herbal. Reri menuturkan, ini menjadi sinyal positif adanya langkah fitofarmaka bisa masuk di dalam KONAS yang bisa digunakan dalam JKN.

"Tentu dengan screening ketat melalui pembuktian pra-klinik dan uji klinik," kata Reri. (Ant/H-3)

Baca Juga

Dok. Universitas Budi Luihur

Bantu Penanganan Covid-19, Universitas Budi Luhur Bagikan Paket Isoman Gratis

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:59 WIB
Rektor Universitas Budi Luhur Wendi Usino mengatakan, pembagian paket isoman ini sebagai bentuk kepedulian Kampus Budi...
MI.Haryanto Mega

Apindo Sebut Solidaritas antar Sesama Harus Dilakukan untuk Tangani Pandemi

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:08 WIB
"Memang kita harus bangun solidaritas bersama menghadapi wabah pandemik covid-19 sehingga kita tidak hanya mengandalkan...
Antara/Arif Firmansyah

Program HBCC Dorong Perubahan Perilaku Disiplin 3M

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:05 WIB
Program yang bernama Hygiene and Behaviour Change Coalition (HBCC) ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya