Minggu 30 Mei 2021, 11:10 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Epidemiolog Tolak Sekolah Tatap Muka

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Kasus Covid-19 Meningkat, Epidemiolog Tolak Sekolah Tatap Muka

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Tanda jaga jarak dipasang pada setiap meja siswa di SD Pertiwi, Kelurahan Sukasari, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/5/2021).

 

KASUS penularan covid-19 di Jakarta serta daerah-daerah lainnya mulai meningkat pascalebaran. Kondisi ini kontraproduktif dengan rencana pemerintah pusat yang mewajibkan seluruh daerah menggelar sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Juli mendatang.

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko pun menentang keras penerapan rencana tersebut. Menurut dia, belum saatnya Indonesia menerapkan sekolah tatap muka karena pandemi belum selesai.

"Saya menolak rencana itu. Kita sayangi anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Kondisi belum memungkinkan," kata Miko saat dihubungi Media Indonesia, MInggu (30/5).

Baca juga: Hari Tanpa Tembakau Momentum Gencarkan Sosialisasi Bahaya Rokok

Ia melanjutkan, pembelajaran tatap muka hanya bisa dilakukan di daerah yang benar-benar sudah bebas dari covid-19 atau zona hijau. Hal itupun harus dibuktikan dengan tes PCR secara menyeluruh kepada warganya.

"Harus yang sudab hijau. Bukan zona kuning atau oranye. Tapi yang hijau silahkan saja. Tapi diyakinkan juga dengan tesnya," tegasnya.

Pemerintah haruslah melihat bukti nyata bahwa kasus covid-19 juga rentan menulari pada generasi muda.

Ia pun sudah melakukan survei di hampir seluruh daerah di Jakarta dan ditemukan cukup banyak pelajar yang terpapar covid-19 meskipun pembelajaran tatap muka sedang ditiadakan.

"Jadi harus ditunda dulu untuk sekolah tatap muka. Kita harus pastikan kondisi penularan memang sudah bisa dikendalikan," tandasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara

Update 18 Agustus: 8 Ribu Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

👤MGN 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:38 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 10.286 ribu orang disuntik vaksin dosis pertama hari...
Antara/Rony Muharrman.

Minuman Keras dan Judi, Waspadai Bahaya Keduanya Menurut Al-Quran

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:30 WIB
Dua dosa besar yang telah dilakukan sejak dulu oleh sebagian manusia hingga kini yaitu minum minuman keras (khamr) dan judi....
Antara

Pandemi Terkendali tapi Kewaspadaan Jangan Kendor

👤MGN 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:17 WIB
Wiku mengatakan kewaspadaan tersebut bisa diwujudkan dengan disiplin protokol kesehatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya