Senin 17 Mei 2021, 18:15 WIB

SDA Lokal Jadi Basis Pengembangan Riset dan Inovasi Indonesia

Faustinus Nua | Humaniora
SDA Lokal Jadi Basis Pengembangan Riset dan Inovasi Indonesia

MI/RAMDANI
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko

 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa fokus riset dan inovasi Indonesia ke depan adalah digital economy, green economy dan blue economy. Lantas kekayaan sumber daya alam (SDA) seperti keanekaragaman hayati dan biodiversitas menjadi basis pengembangannya.

"Untuk 3 fokus itu, memang kita diminta basisnya pada SDA lokal yang mengekplorasi keanekaragaman yang sudah kita miliki. Apakah itu hayati biodiversity, geografi dan juga keanekeragaman seni dan budaya. Sehingga kita bisa mengekplorasi yang menjadi local competitiveness kita selama ini. Ya, sejujurnya mungkin selama ini terlupakan," ungkapnya dalam FGD Indonesia Space Agency dalam BRIN, Senin (17/5).

Baca juga: Kepala Lapan Minta BRIN Tak Ganti Nama Lembaga Antariksa

Meski demikian, lanjutnya, dengan kehadiran BRIN, Indonesia pun tetap mengejar ketertinggalan di sektor teknologi. Konsolidasi semua lembaga riset ke dalam BRIN akan memberikan kekuatan dalam menciptakan ekosistem riset dan teknologi.

Menurutnya, BRIN akan melakukan konsolidasi terkait sumber daya riset baik manusia, infrastruktur dan anggarannya. Dari situ, program-program prioritas riset bisa dikembangkan secara efektif dan efisien yang selama ini dikerjakan masing-masing lembaga.

"Kita diminta menjadi motor di depan, pengungkit untuk meciptakan ekosistem riset yang mempunyai standar global. Sehingga kita bisa menciptakan fondasi ekonomi berbasis riset yang fundamentalnya kuat dan lebih berkesinambungan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah berkosultasi dan membahas konsolidasi tersebut bersama Kemenkeu, Bappenas dan Kemenpan-RB. Diharapakan pada 1 Januari 2021 impelementasi critical mass sudah mulai berjalan dengan anggaran tunggal. Sehingga ekosistem riset bisa mulai terlihat dan terutama bisa memberi dampak pada ekonomi dan pembangunan nasional.

Sementara itu, terkait intgrasi lembaga-lembaga riset ke dalam BRIN sudah merupakan amanat dari UU. Hal itu menjadi keputusan politik yang final dan harus dilaksanakan segera.

Akan tetapi, integrasi tersebut tidak menghilangkan fungsi dan tugas masing-masing lembaga seperti Lapan, LIPI, BPPT dan Batan. Keempat lembaga tetap menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai bagian dari unit kerja di dalam BRIN. Artinya, keempat lembaga mendapat delegasi pelaksana tugas dan fungsi dari BRIN.

"Mekanisme yang akan kammi pakai di dalam intergrasu BRIN bentuknya adalah pendelegasian kewenangan untuk merepresentasikan Indonesia terkait dengan komintas keatariksaan global ke unit terkait dalam BRIN. Unit terkait itu rencananya akan kita delegasikan ke Lapan," tuturnya.

Handoko menambahkan bahwa BRIN berharap pihak eksternal seperti dunia usaha juga bisa terlibat dalam membangun ekosistem riset nasional. Selama ini, keterlibatan eksternal selalu menjadi titik lemah riset dan inivasi Indonesia, sehingga dampak nyata ke masyarakat tidak dirasakan.

"Rset dan inovasi tidak sekadar menjadi kebanggan tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan," tandasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Pengendalian Covid-19 Perlu Optimalkan Penerapan One Health Concept

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 07:18 WIB
Konsep one health yang dimaksudnya adalah mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan hidup dalam satu...
MI/Denny Susanto

Mereka yang Dikalahkan Pandemi

👤Denny Susanto 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 05:50 WIB
SORE itu hujan belum reda. Di dalam rumah sederhana, di salah satu gang di Kelurahan Kuin, Kota Banjarmasin, Kalimantan...
Antara

WWF Ajak #SeruDiRumah untuk Bantu Turunkan Kurva Positif Covid-19

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 06 Agustus 2021, 00:30 WIB
Bantu Turunkan Kurva Positif COVID-19, Campaign.com bersama WWF-Indonesia dan Travelio Ajak Publik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Olimpiade Jadi Tujuan Utama Pembinaan Atlet

INDONESIA berhasil mendapatkan lima medali di Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya