Sabtu 08 Mei 2021, 20:10 WIB

Promosi Bipang Ambawang Bikin Viral, Mendag Minta Maaf

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Promosi Bipang Ambawang Bikin Viral, Mendag Minta Maaf

Antara/Aprilio Akbar
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

 

MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi mengklarifikasi soal video promosi kuliner khas daerah yang disampaikan Presiden Joko Widodo yang ternyata viral di media sosial. 

Dalam video yang diunggah Kementerian Perdagangan, kepala negara mempromosikan makanan-makanan daerah yang tak bisa mudik, salah satunya bipang ambawang atau babi panggang asal Kalimantan.

Lutfi menegaskan, pernyataan Jokowi itu mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk atau makanan lokal yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga dengan produk dalam negeri termasuk berbagai kuliner khas daerah," ujar Lutfi lewat siaran Youtube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5).

Mendag menyampaikan, pernyataan Jokowi soal promosi makanan seperti gudeg dari D.I Yogyakarta, bandeng presto dari Semarang atau bipang ambawang dari Kalimantan, merupakan makanan khas daerah yang menjadi favorit warga lokal yang bisa dikirimkan untuk sanak saudara di masa pelarangan mudik.

Baca juga : Istana: Larangan Mudik untuk Keselamatan Bersama

"Jadi, sekali lagi kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang sangat beragam. Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai, dicintai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam," ucap Lutfi.

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak salah paham dan menghargai setiap produk atau makanan daerah yang ada di Tanah Air.

Diketahui, video Jokowi yang mempromosikan makanan khas daerah viral di media sosial lantaran salah satu jenis makanan yang disebut ialah bipang yang merupakan daging babi panggang. 

Namun salah satu warganet bernama Wildan Fauzi menyebut pernyataan yang dilontarkan Jokowi tidak ada masalah karena yang merasakan tidak pulang kampung bukan hanya warga islam semata.

"Cuma berpendapat. Menurut gue sih wajar-wajar saja kepala negara menyarankan makanan daerah yang berbau haram. Temanya memang lebaran tapi yang dapat libur lebaran dan jatah mudik bukan orang Islam saja. Mungkin saja di Jakarta sana ada orang Sulawesi yang kebetulan non Islam," tulisnya dalam akun @kocheng_orhen. (OL-7)

Baca Juga

MI

Media Indonesia Juara Pertama Pemberitaan Bangga Kencana BKKBN.

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:40 WIB
Penilaian didasarkan pada jumlah berita terbanyak yang berkaitan tentang Bangga Kencana yang diterbitkan media cetak maupun...
ANTARA/AMPELSA

Ditjen Vokasi: Hanya Mahasiswa Jalur Mandiri Bayar Iuran Pengembangan

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:40 WIB
Semua perguruan tinggi menggunakan aturan yang sama terkait pungutan IPI terhadap mahasiswa. Besarannya pun ditentukan oleh masing-masing...
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Perlu Implementasi Pengurangan Bahaya Sikapi Bonus Demografi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:35 WIB
Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi menyebutkan Indonesia akan mengalami puncak bonus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya