Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
DI masa pandemi Covid-19, menggunakan masker wajah merupakan hal wajib sebagai langkah protokol kesehatan guna menghindari terpaparnya virus korona.
Namun penggunaan masker yang tidak tepat kerap memicu timbulnya masalah pada kulit. Sebagian dapat mengalami iritasi, berupa ruam kemerahan bahkan menimbulkan jerawat di kulit wajah, khususnya di area penggunaan masker.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Inda Astri Aryani, Sp.KK., mengatakan bahwa jerawat yang timbul, akibat adanya peradangan kelenjar minyak di wajah yang disebabkan bakteri.
"Biasanya terjadi pada orang yang kulitnya rentan atau sensitif, terutama pada bagian wajah," tutur Inda Astri Aryani, Kamis (6/5) melalui edukasi kesehatan Live On Instagram di Palembang.
Dikatakan dokter Inda Astri, bahwa terjadinya iritasi akibat tersumbatnya kelenjar minyak yang seharusnya keluar melalui pori kulit. Karena penggunaan masker dan terjadi akibat gesekan yang berulang pada wajah di area batas masker.
"Hal ini bisa terjadi pada saat hembusan nafas yang tertahan dan tidak langsung keluar pada area masker," imbuhnya.
Menurut dokter Inda, sebagian besar pasien yang datang umumnya dengan keluhan pada bagian wajah akibat penggunaan masker. Untuk itu perlu diperhatikan dalam pemakaian masker yang tepat.
"Pastikan memilih masker dengan bahan yang pas dan nyaman serta terbuat dari bahan yang tidak membuat sulit untuk bernapas", tutur Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Inda Astri Aryani, Sp.KK
Setiap 4 Jam Ganti Masker Bagi Kulit yang Sensitif
Jenis masker yang direkomendasikan oleh penelitian dermatologis memang belum ada. Sedangkan penggunaan masker memang dapat menimbulkan risiko terjadinya jerawat.
"Gunakan masker yang nyaman dan dianjurkan rajin mengganti setiap minimal 4 jam supaya keringat dan kelembaban tetap terjaga. Anda bisa membuka masker atau melepas sebentar setiap 2 jam sekali dengan kondisi aman disekitar anda. Kemampuan filtrasi pada masker maksimal 8 jam," ungkap dokter Inda.
Bagi Anda yang rentan berjerawat, masker kain yang terbuat dari bahan katun dapat membantu menyerap keringat dan memungkinkan kulit untuk bernapas.
Pada penggunaan masker kain yang dapat digunakan kembali harus dipastikan bersih dan dicuci sebelum digunakan kembali.
"Perawatan pada wajah bisa digunakan sabun bayi untuk kulit sensitif atau iritasi. Hindari penggunaan produk pelembab yang belum teruji secara klinis," paparnya.
Bagi wajah yang memang sudah berjerawat sebaiknya lakukan konsultasi dan pemeriksaan dari dokter agar dapat ditangani lebih lanjut, dan sebaiknya hindari penggunaan kosmetik seminimal mungkin agar tidak menutupi pori-pori wajah.
Dokter Inda menjelaskan, bahwa pemakaian masker yang dilapisi dengan tisu sebaiknya tidak terlalu lama dengan rentan waktu sekitar 1 sampai 2 jam, khususnya bagi kulit wajah yang mudah berkeringat atau yang menggunakan kacamata.
Pada kulit yang sering terkena gesekan karena tali masker pada telinga bagian belakang, dokter Inda menyarankan dapat menggunakan pelembab agar kulit tidak mudah iritasi/memerah.
"Jangan terlalu sering memegang atau merubah posisi masker yang digunakan, pastikan pula saat akan menggunakan masker di posisi yang nyaman, sehingga terhindar dari gesekan pada saat kita membenarkan posis masker yang kurang pas pada wajah," pungkas Inda Astri Aryani. (Nik/OL-09)
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Brand kecantikan lokal Somethinc menghadirkan rangkaian pencerah terbaru, Skinglow Series.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PENDEKATAN dalam dunia estetika terus mengalami evolusi.
MEMASUKI usia 30-an, tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan bintik hitam mulai menjadi kekhawatiran utama, nutrisi dari dalam memegang peranan hingga 70%.
PEMANFAATAN teknologi stem cell atau sel punca saat ini semakin meluas di bidang kesehatan dan perawatan tubuh, termasuk untuk kulit wajah.
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved