Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk tetap mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla meski di saat Idul Fitri (Lebaran) 1442 Hijriyah nanti.
"Kalau bisa tetap ada yang patroli," katanya saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru, Kamis (22/4)
Ia mengingatkan bahwa status Siaga Darurat Karhutla Riau belum berakhir.BNPB juga sudah membantu penanggulangan Karhutla dengan bantuan tiga helikopter. Intinya, ia berpesan jangan sampai saat Lebaran karhutla meningkat dan berpotensi mengakibatkan bencana kabut asap.
Berdasarkan data Satgas Karhutla Riau, luas kebakaran hutan dan lahan sejak Januari hingga akhir April mencapai 860,66 hektare (ha). Sejauh ini kondisi kondusif karena Riau banyak turun hujan, dan upaya pemadaman hanya berlangsung di satu daerah, yakni di Kabupaten Rokan Hilir.
Karhutla paling luas tercatat di Kabupaten Bengkalis yakni mencapai 296,86 ha. Kemudian di Indragiri Hilir mencapai 138,5 ha dan Kota Dumai mencapai 111,1 ha.
Daerah lainnya antara lain di Kabupaten Rokan Hilir (34 ha), Kepulauan Meranti (45,5 ha), Siak (78,9 ha), Kota Pekanbaru (14 ha), Kabupaten Kampar (41,05 ha), Pelalawan (69,5 ha), Inhu (31,25 ha), dan Indragiri Hilir (138,5 ha).
Gubernur Riau Syamsuar menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 15 Februari hingga 31 Oktober 2021. BNPB kemudian mengirim bantuan tiga helikopter untuk pemadaman (Water Bombing) dan satu pesawat patroli udara.
Dalam upaya penegakan hukum, jajaran Polda Riau sudah menangani 11 kasus karhutla. Dari 11 perkara tersebut sudah ditetapkan 10 orang tersangka, antara lain dua tersangka di Kabupaten Inhil, tiga kasus di Bengkalis, dan Pelalawan dan Kepulauan Meranti masing-masing satu orang.
Ada tiga tersangka yang perkaranya sudah tahap II dan sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan, yakni dua orang di Kota Dumai dan seorang di Kampar. (Ant/OL-09)
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved