Selasa 20 April 2021, 20:54 WIB

Penelitian Virus Korona, KSAD: Bentuk Dukungan Pemerintah

Cahya Mulyana | Humaniora
Penelitian Virus Korona, KSAD: Bentuk Dukungan Pemerintah

Dok.MI
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa

 

KEPALA Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menilai penelitian berbasis pelayanan menggunakan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas terhadap virus SARS-CoV-2 (Covid-19) buah dari dukungan pemerintah. Hasilnya bisa digunakan negara supaya segara terbebas dari pandemi virus ini.

"Sebetulnya kemarin bentuk perhatian pemerintah melalui Menko PMK (Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy) yang mengkoordinasikan kami bertiga (bersama Menteri Kesehatan Budi G Sadikin dan Kepala BPOM Penny K Lukito)," ujarnya usai meresmikan Smart Instalasi Tahanan Militer pertama TNI AD di Markas Polisi Militer Kodam Jaya, Jakarta, Selasa (20/4).

Menurut dia, pemerintah membantu dengan serius penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan antibodi kalangan tertentu dari covid-19. Program yang akan digelar di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan berbasis imonoterapi sel ini berbeda dengan vaksin nusantara.

Sambil berjalan, kata Andika, para peneliti vaksin nusantara masih bisa melanjutkan programnya tersebut dengan memenuhi anjuran dari BPOM. Semua cara harus ditempuh untuk membebaskan negara dari pandemi covid-19 mulai dari vaksin ekspor, penelitian untuk menemukan vaksin nasional, obat serta terapi.

"Menko PMK melihat segala upaya, solusi dan cara untuk mengentaskan covid-19, kan banyak caranya, itu harus tetap didukung," jelasnya.

Baca juga: Cegah Mudik, Pengawasan terhadap Travel Gelap Diperkuat

Andika menambahkan bahwa penelitian yang digagas TNI AD, Kementerian dan BPOM ini tidak bertujuan untuk melahirkan vaksin atau obat yang dapat dikomersilkan sehingga tidak membutuhkan izin edar. Tapi dalam perjalanannya pemerintah bisa memanfaatkan hasilnya untuk pengentasan covid-19 secara massal.

"Pelitian kali ini berbeda, berbasis pelayanan dan menggunakan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas dari covid-19. Jadi lebih sederhana sehingga tidak menghasilkan vaksin seperti uji klinik (vaksin nusantara) di RS Haryadi," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala BPOM Penny K. Lukito menandatangani nota kesepahaman penelitian berbasis pelayanan menggunakan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas terhadap virus Sars-cov-2. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy.

Penelitian yang akan dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto ini selain mempedomani kaidah penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, juga bersifat autologus yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar.

Penelitian ini bukan merupakan kelanjutan dari uji klinis adaptif fase 1 vaksin yang berasal dari sel dendritik autolog yang sebelumnya diinkubasi dengan spike protein severe acute respiratory syndrome corona virus-2 (SARS-CoV-2) pada subjek yang tidak terinfeksi covid-19 dan tidak terdapat antibodi anti sars-cov-2 karena uji klinis fase 1 yang sering disebut berbagai kalangan sebagai program vaksin nusantara ini masih harus merespon beberapa temuan BPOM yang bersifat critical dan major. (OL-4)

Baca Juga

BPMI/ Lukas

Gelar Zikir Virtual, Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Lawan Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:43 WIB
Menurut Jokowi, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan...
Dok NasDem

NasDem Minta Warga Datang Sesuai Jadwal untuk Vaksinasi Kedua

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:20 WIB
Pemberian vaksin dosis pertama dimulai 5 Juli- 1 Agustus 2021. Sementara untuk dosis keduanya dimulai 2 hingga 29 Agustus...
Antara

Pertumbuhan Awan Meningkat, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir Senin, 2 Agustus 2021

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 22:05 WIB
POLA perlambatan kecepatan angin menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah besok, Senin, 2 Agustus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya