Selasa 13 April 2021, 14:08 WIB

Mengenal Ragam Teknologi Pembuatan Vaksin Covid-19

Faustinus Nua | Humaniora
Mengenal Ragam Teknologi Pembuatan Vaksin Covid-19

AFP/Matthew Hatcher.
Ilustrasi.

 

VAKSIN menjadi upaya untuk mencegah penularan covid-19. Hingga saat ini, ada banyak jenis vaksin covid-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat. Meski jenis vaksinnya sama, terdapat keragaman teknologi di baliknya.

Profesor bidang ilmu farmasi Oregon State University Amerika Serikat Taifo Mahmud menjelaskan, platform teknologi pembuatan vaksin sudah dikembangkan sejak lama. Meski menggunakan platform yang berbeda, pengembangan vaksin tetap memiliki tujuan melawan virus covid-19.

"Lebih dari 250 institusi maupun perusahaan di dunia yang men-develop vaksin covid-19 dan menggunakan berbagai teknologi," katanya dalam kuliah umum virtual beberapa waktu lalu yang dikutip dari laman Universitas Padjadjaran (Unpad). Ada dua platform utama dari teknologi pengembangan vaksin, yaitu klasik dan terbaru.

Platform klasik, kata diaspora Indonesia di AS tersebut, merupakan teknologi yang selama ini sudah banyak digunakan untuk menghasilkan beragam vaksin. Platform klasik yang banyak digunakan antara lain vaksin dari virus utuh yang diinaktivasi.

Telah banyak vaksin yang dihasilkan melalui teknologi itu, seperti polio, rabies, hingga vaksin hepatitis A. Pada vaksin covid-19, teknologi ini digunakan untuk pengembangan vaksin Sinovac dan Sinopharm. Kemudian vaksin dari rekombinan atau subunit protein pada virus yang salah satunya berupa produk vaksin covid-19 Anhui.

Ada pula vaksin yang menggunakan teknologi virus-like particles (VLP) atau zat dengan struktur yang mirip dengan virus, tetapi tidak memiliki genom dari virus tersebut. Taifo menambahkan, platform lanjutan yang dikembangkan untuk vaksin covid-19 di antaranya vaksin dengan adenovirus atau memanfaatkan virus lain seperti yang dikembangkan Astrazeneca, Janseen, dan Gamaleya.

Ada pula vaksin covid-19 dari teknologi mRN, seperti vaksin yang dikembangkan Moderna, Pfizer, hingga CureVac. Terakhir, ujar Taifo, ada vaksin yang dikembangkan dari antigen-presenting cells (APC) yang saat ini tengah dikembangkan di Indonesia.

Pengembangan vaksin rata-rata memerlukan waktu yang panjang sekira 10 tahun. Tapi, pandemi covid-19 yang melanda global mendorong pengembangan vaksin menjadi lebih cepat, tidak kurang dari dua tahun. (OL-14)

Baca Juga

DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Rayakan Lebaran Bersama Relawan Covid di Wisma Atlet

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:45 WIB
Menurut Anggoro, jasa para nakes dan relawan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini sungguh luar...
ANTARA

Lebaran di Tengah Pandemi, Silaturahmi Virtual tak Mengapa

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:54 WIB
Meski tidak dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dirinya tetap dapat bersilaturahmi bersama keluarga dengan...
Ist

Menaker: Tunda Mudik, Demi Akhiri Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 16:35 WIB
Ida Fauziyah mengingatkan bulan Ramadan 1442 H, yang baru saja dilalui telah mengajarkan umatnya akan pentingnya menahan diri, dan menunda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya