Minggu 11 April 2021, 06:58 WIB

Lebih dari 300 Rumah di Wilayah Jawa Timur Rusak

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Lebih dari 300 Rumah di Wilayah Jawa Timur Rusak

ANTARA FOTO/Bayu
Seorang warga memotret bangunan sekolah yang rusak akibat gempa di SMK Negeri 1 Turen, Malang, Jawa Timur

 

GEMPA dengan magnitudo (M) 6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Data BNPB per Sabtu (10/4), pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat.

BNPB menghimpun sejumlah data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Jawa Timur (Jatim) dengan total rumah rusak berat (RB) berjumlah 11 unit, rusak sedang (RS) 194 dan rusak ringan (RR) 126. Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan tingkat kerusakannya.

"Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum antara lain sarana pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan, Minggu (11/4).

Baca juga:  Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Sedangkan korban meninggal dunia, BNPB masih menunggu verifikasi data dari BPBD. Data meninggal dunia berjumlah 7 jiwa, luka berat 2 dan luka ringan 10. Korban meninggal dunia di Kabupaten Malang 3 jiwa, Lumajang 2 dan di wilayah perjalanan Lumajang – Malang 2. Korban luka-luka teridentifikasi di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan adanya titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga mengungsi di lokasi pengungsian," ucapnya.

Catatan dari BPBD Kabupaten Lumajang, kerusakan rumah teridentifikasi di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Tempursari (Desa Kaliuling, Desa Tempursari dan Desa Pundungsari), Pronojiwo (Desa Tamanayu, Desa Sidomulyo, Desa Supiturang, Desa Oro Oro Ombo), Pasirian (Desa Gondoruso, Desa Condro), Gucialit (Desa Tunjung, Desa Kertowono, Desa Pakel), Pasrujambe (Desa Pasrujambe), Senduro (Desa Argosari, Desa Wonocempokoayu), Yosowilangun (Desa Kebonsari), Tekung (Desa Tukum).

BPBD Kabupaten Malang melaporkan sementara 97 unit rumah rusak. Sebagian besar rumah rusak pada kategori rusak sedang.

Dari Blitar, BPBD melaporkan rumah rusak berat 6 unit, rusak sedang 85, dan rusak ringan 111. Selain itu, kerusakan terjadi pada rumah sakit 1 unit, sekolah 5, tempat ibadah 2 dan kantor 3.

BPBD Kabupaten Jember melaporkan kerusakan rumah dengan kategori RB 3 unit, RS 11 dan RR 14, sedangkan ada 1 unit masjid rusak sedang.

BPBD Kabupaten Trenggalek menginformasikan sekitar 13 unit rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat. Sedangkan kerusakan fasilitas umum lainnya terdiri dari pondok pesantren 1 unit, sarana pendidikan 2, tempat ibadah 2 dan kantor 3.

BPBD Kota Malang mencatat rumah RB 2 unit dan RS 1.

BPBD Kota Kediri melaporkan gedung IIK Baktiwiyata rusak ringan. Demikian juga di Kabupaten Pasuruan, 1 unit tempat ibadah rusak. Sedangkan di Kabupaten Gresik, BPBD melaporkan rumah RR 1 unit.

"BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang wilayahnya terdampak gempa M6,1," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Rumah Sakit Optimistis Bisa Tangani Potensi Lonjakan Kasus Korona

👤Atalya Puspa 🕔Senin 10 Mei 2021, 12:20 WIB
Saat ini, rumah sakit sedang berproses mengaktifkan kembali fasilitas-fasilitas tambahan seperti ruang ICU, dan ruang rawat tambahan...
ANTARA/dokumentasi pribadi

KH Embay Mulya Syarief: Islam Agama Peduli Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Mei 2021, 02:39 WIB
KH Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang sangat menekankan kasih sayang dan peduli...
ANTARA/SISWOWIDODO

Survei: Kuliah Daring Cukup Efektif di Masa Pandemi

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 09 Mei 2021, 19:12 WIB
Dari 1.342 mahasiswa yang menjadi responden, 53,5% di antaranya menyatakan sistem perkuliahan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya