Jumat 09 April 2021, 14:20 WIB

Peneliti LIPI Sebut Mutasi Virus Berpotensi Kurangi Efikasi Vaksin

Faustinus Nua | Humaniora
Peneliti LIPI Sebut Mutasi Virus Berpotensi Kurangi Efikasi Vaksin

ANTARA/Aswaddy Hamid
Petugas memindai barcode surat kesehatan penumpang kapal dari Pulau Batam di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, Riau, Rabu (10/3/2021)

 

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan bahwa mutasi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 berpotensi mengurangi efikasi vaksin yang sudah ada saat ini. Pasalnya, mutasi tersebut telah mengubah DNA virus, sehingga tidak sesuai dengan vaksin yang sudah diproduksi.

"Mutasi seperti E484K memang berpotensi mengurangi efikasi vaksin. Mutasi E484K adalah salah satu mutasi pada varian dari Afsel dan Brasil," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (9/4).

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik, 166.734 Aparat Polri Dikerahkan

Meski demikian, Wien mengatakan pengaruh virus tersebut dapat diatasi dengan membatasi penyebarannya. Menurut dia, langkah itu akan sangat efektif mengurangi dampak mutasi virus pada efikasi vaksin.

Selain itu, untuk mengatisipasi maka perlu dilakukan modifikasi vaksin. Secara khusus untuk vaksin Merah-Putih yang tengah dikembangkan peneliti Indonesia, perlu memperhatikan pengaruh dari mutasi tersebut.

"Seandainya kita bisa produksi vaksin sendiri, kita bisa mengantisipasinya apabila muncul varian-varian baru dengan melakukan modifikasi pada vaksin tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wien menjelaskan bahwa modifikasi vaksin bisa diawali dengan melakukan mutasi terarah pada gen/DNA penyandi protein spike. Protein seperti asam amino, asam glutamat pada posisi 484 digantikan oleh asam amino lisin (mutasi E484K). Kemudian dilanjutkan dengan produksi protein yang mengandung mutasi tersebut.

"Contoh asam amino asam glutamat (Glu atau E) disandi oleh GAG misalnya, sedangkan lisin (Lys atau K) disandi oleh AAG. Dengan demikian cukup dilakukan mutasi G menjadi A agar asam aminonya berubah," jelas Wien.

Dengan memaksimalkan dua langkat tersebut, mutasi virus sebenarnya tidak akan berdampak besar pada efikasi vaksin. Vaksin Covid-19 yang sudah tersedia bisa terus dugunakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.(

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kemenag Tunggu Persetujuan Pembentukan Ditjen Pesantren 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:49 WIB
Menurutnya, Ditjen Pesantren dibutuhkan karena ada keunikan tersendiri dari lembaga pendidikan itu, salah satunya adanya Majelis Masyayikh...
Antara

BRIN Hadirkan Teknologi Kebencanaan di IIDEC 2021

👤Ant 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:36 WIB
Riset dan teknologi kebencanaan dalam ajang Indonesia International Disaster Expo & Conference (IIDEC) 2021 secara...
Dok. Pribadi

Dorong Prestasi Olahraga Mahasiswa, Ketua DPD RI Apresiasi Sarana Olahraga di UMJ 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:35 WIB
Stadion UMJ diresmikan pada 2019. Stadion itu juga menjadi saksi bisu kelahiran talenta olahragawan UMJ yang mengharumkan nama kampus di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya