Jumat 09 April 2021, 04:52 WIB

Orang Sakai Ingin Hapus Stigma Sebagai Suku Terasing

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Orang Sakai Ingin Hapus Stigma Sebagai Suku Terasing

DOK Forum Jurnalis Kreatif Riau.
Acara peluncuran dan bedah film 'Mimpi Anak Sakai'

 

FILM 'Mimpi Anak Sakai' menyiratkan masyarakat Sakai tidak lagi merupakan suku terasing atau terisolasi. Berbagai profesi saat ini telah dilakoni masyarakat Sakai.

"Kami tolak cap sebagai suku terasing. Masyarakat Sakai sudah banyak yang maju. Ada yang menjadi anggota DPRD Bengkalis, pengusaha, penerima beasiswa dari perusahaan, dan meraih gelar sarjana," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat Batin, Limo Mineh, Riau, Tarmizi L di Pekanbaru.

Hal itu diungkapkan Tarmizi dalam acara peluncuran sekaligus bedah film 'Mimpi Anak Sakai' yang berlangsung pertenghan pekan ini. Film tersebut merupakan garapan Forum Jurnalis Kreatif Riau.

"Penolakan cap suku terasing itu diapungkan lebih karena bantuan untuk masyarakat Sakai sering datang terlambat dan karena alasan lainnya. Kami ingin lebih ingin mendapatkan keadilan bekerja di bidang apa saja, karena anak-anak Sakai kini tidak lagi buta huruf," kata Tarmizi lagi.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Muhamadiyah Riau (Umri) Jayus menyatakan pihaknya siap bermitra dengan Forum Jurnalis Kreatif Riau untuk membuat film lainnya dan membantu memproduksi satu film lagi untuk mendorong terhapusnya secara bertahap stigma terasing yang melekat pada masyarakat Sakai.

"Tentunya kita perlu melakukan riset serta menayangkan film dokumenter seperti ini pada berbagai kesempatan. Juga bisa menggunakan jejaring sosial terkait edukasi tentang masyarakat Sakai itu kini sudah seperti apa dan tidak terisolasi lagi," katanya.

Sedangkan Yanuardi Syukur, dosen studi antropologi sosial Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Khairun Ternate, berpendapat masyarakat Sakai harus meninggalkan stigma terasing karena dengan itu justru berdampak diskriminatif. Karenanya, film ini perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang dinilai terasing agar tidak lagi dipandang sebelah mata.

"Untuk mewujudkan hal seperti itu ini perlu kolaborasi semua pihak untuk meningkatkan ekonomi mereka, pendidikan, kesehatan, dan lainnya," jelasnya. (RO/OL-15)

Baca Juga

ANTARA

Pemerhati Anak Soroti Bahaya BPA

👤Widhoroso 🕔Selasa 13 April 2021, 01:34 WIB
DORONGAN agar BPOM memberi peringatan akan bahaya zat BPA dalam galon air guna ulang dan plastik kemasan makanan atau minuman terus...
Dok. Pribadi

Tanah Papua Mozaik Indonesia yang Perlu Dirawat

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 12 April 2021, 23:18 WIB
Dia menjelaskan, Indonesia merupakan mozaik yang sangat beragam dari orang-orangnya serta etinisnya. Kekayaan ini tentu harus dikelola...
Ilustrasi/Ist

Waspada Gejala Long Covid-19 Bagi Penderita Penyakit Kronis

👤Eni Kartinah 🕔Senin 12 April 2021, 20:53 WIB
Gejala Long Covid adalah pasien yang sudah pernah terinfeksi virus Covid-19 masih mengeluhkan gejala setelah dinyatakan sembuh....

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya