Rabu 07 April 2021, 08:34 WIB

Wamen LHK: Sampah Bisa Rusak Kawasan Ekowisata

Emir Chairullah | Humaniora
Wamen LHK: Sampah Bisa Rusak Kawasan Ekowisata

MI/Emir Chairullah
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong

 

PEMERINTAH mengingatkan para wisatawan penikmat forest healing dan ekowisata untuk tidak sembarangan membuang sampah di lokasi taman nasional. Selain untuk menjaga kelestarian taman nasional, pengelolaan sampah yang baik juga menghindari munculnya penyakit bagi pengunjung.

“Pengunjung maupun pendaki diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah yang tidak bisa terurai oleh alam. Kalau sampah tidak bisa dikelola dengan baik, bukan jadi forest healing, tetapi jadi forest sicking, malah bisa jadi bikin sakit," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong ketika mengunjungi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas, Selasa (6/4).

Alue menyebutkan pengelolaan sampah menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam keberlangsungan ekowisata yang saat ini dikembangkan pemerintah.

Baca juga: Dampak Siklon Seroja Disebut Masih Terasa di NTB hingga Yogyakarta

Selain menjaga alam, pengelolaan sampah yang baik akan memberikan impresi yang baik kepada pengunjung yang datang ke lokasi.

“Kita kan tidak ingin pengunjung hanya datang sekali saja dan kemudian tidak mau datang karena impresinya jelek terhadap lokasi ekowisata ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Alue mengatakan pengembangan eckwisata di kawasan konservasi berpotensi menjadi penggerak green economy atau ekonomi hijau. Artinya negara dan masyarakat tetap bisa memperoleh pendapatan tanpa harus melakukan eksploitasi atau pengrusakan alam.

“Masyarakat sekitar tidak perlu melakukan eksploitasi alam secara besar-besaran untuk mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Ia mencontohkan ekowisata di TNGGP, yang saat ini memberikan kontribusi untuk ekonomi lingkungan sekitar, satu di antaranya kegiatan pendakian.

"Seperti di sini (TNGGP), yang favorit adalah pendakiannya, ditambah ada ikon jembatan Situ Gunung yang jadi wisata," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto menyebutkan sejumlah persyaratan untuk melakukan kegiatan forest healing maupun pendakian di kawasan Gunung Gede dan Pangrango.

Setidaknya ada empat persyaratan kesehatan yang harus dilaksanakan para calon pendaki di wilayah TNGGP. Namun, yang paling penting yakni terjaminnya kesehatan jasmani maupun rohani calon pendaki.

"Ada empat tes untuk kesehatan yaitu satu oksigen, tes detak jantung, suhu tubuh, penyakit bawaan," katanya.

Seluruh persyaratan tersebut, kata dia, merupakan rekomendasi dasar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tidak hanya itu, dirinya menegaskan kepada masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan mengingat pandemi covid-19 masih melanda.

"Itu sudah direkomendasikan oleh IDI di Cianjur yang perlu disiapkan," jelasnya.

Wahju berharap para pendaki tidak merusak alam dan merugikan lingkungan.

"Pendaki yang cerdas itu adalah pendaki yang bertanggung jawab, mendaki secara legal, dan tidak merugikan negara, kemudian keselamatan jadi lebih terjamin," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Kristiadi

Wapres Sebut Pesantren Bisa Berperan Menekan Angka Kemiskinan

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 10:34 WIB
Ma’ruf menyebut peluang memberdayakan umat tersebut semakin terbuka bagi kalangan umat Islam seiring dengan pengembangan ekonomi dan...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 09:52 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 20 - 21 Oktober...
dok.ant

LP3I Gelar Temple of Learning Summit 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 08:19 WIB
TEMPLE of Learning Summit (TOLS) digelar untuk membuka akses pendidikan vokasi sebesar-besarnya pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya